Prioritas Wanita atas Laki-laki
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani qs
27 Feb 2008, Zawiya Oakland
Allahuma shalli ala Muhammadin wa ala 'ali Muhammadin wa sallam
A`udzu billahi min asy-syaitaan ir-rajiim Bismillahir-Rahmanir-Rahiim
Nawaytu'l-arba`iin, nawaytu'l-`itikaaf, nawaytu'l-khalwah, nawaytu'l-riyaada, nawaytu's-suuuk, nawaytu'l-`uzlah lillahi ta`ala fii hadzal-masjid
Ati` Allah wa ati` ar-Rasula wa uli 'l-amri minkum
Allah swt mengutus Sayyidina Muhammad (saw), `alayhi afdal ash-shalaat was-salam kepada manusia untuk membawa mereka ke pantai keselamatan. Dan Nabi (saw) dikenakan dengan berbagai jenis peralatan yang dapat beliau gunakan untuk menyelamatkan manusia. Jika kita baca dalam Qur'an Suci "wa ma arsalnaaka illah rahmatan lil alamiin", kami mengutusmu sebagai rahmat bagi umat manusia dan jika seperti yang Allah swt telah firmankan. Dia mengutus beliau (saw) sebagai rahmat, Dia harus memberikan semua jenis peralatan yang beliau (saw) butuhkan. Kini kita perhatikan, senjata; para jenderal mengepalai ratusan ribu tentara, mereka tidak pergi berperang tanpa menyandang tiap jenis peralatan yang dibutuhkan agar mereka dapat menang.
Karena mereka tidak ingin menderita kekalahan. Dan mereka berusaha sebaik-baiknya agar tidak membiarkan tentara mereka jatuh ke tangan tirani atau aggressor sebagai tahanan perang.
Jadi, kau tidak bisa mengirim seorang jenderal ke gurun pasir tanpa membawa peralatan dan berkata, "Oh maaf. Kau cari sendirilah jalan keluarnya bersama tentaramu." Yang dimungkinkan adalah mereka harus mengirim semua jenis peralatan yang dibutuhkan agar mereka dapat menghentikan serangan musuh terhadap kedamaian masyarakat. Jika itu diperuntukkan bagi kita, menurutmu mengapa sang Maha Esa menciptakan kita? Sang Maha Esa ingin semua yang terbaik bagi seluruh orang sebagai manusia. Jadi, apa yang harus dilakukan? Dia berfirman, "wa rahmatii wasi'at kulla syai"– Rahmat-Ku meliputi seluruh alam semesta." Dan Dia berfirman, "Aku mengutus Muhammad (saw) sebagai rahmat bagi semua orang."
Jadi, itu artinya sang Nabi (saw) dilengkapi dengan semua jenis alat yang dibutuhkan untuk memerangi Setan dan menghentikan serangan setan. Dan tidak semua alat-alat yang dibutuhkan ini dapat dilihat. Karena kau tidak memperlihatkan semua senjata yang kau miliki ke pihak musuh. Seperti tentara yang menyembunyikan senjata-senjata mereka. Mereka menggunakan kamuflase untuk menyembunyikan senjata. Memperlihatkan sebagian kecil senjata dan sebagian besar disembunyikan. Jadi, apa yang kau pikirkan tentang sang Maha Esa yang menciptakan kita?Allah swt telah memberikan Sayyidina Muhammad (saw) senjata-senjata fisik yang dapat kita lihat dan senjata-senjata yang disembunyikan yang tidak bisa kita lihat. Dan senjata ini ada ditangan para pewaris beliau, mereka menyandangnya untuk melawan serangan setan terhadap
manusia.
Itulah mengapa Awliyaullah bukanlah manusia normal. Mereka adalah para jenderal dan laksamana yang menyembunyikan seluruh peralatan mereka, meng-kamuflase-kan peralatan tersebut agar mereka dapat menang atas setan dan kekuatan jahat. Jangan meremehkan kekuatan mereka. Kau ingat dalam perang Afghanistan, Haroun, ada pesawat-pesawat yang melemparkan bom-bom diatas area Tora Bora, bukankah demikian? Dan mulai menggunakan roket-roket besar dan berkata bahwa ini kali pertama mereka menggunakannya. Beratnya berton-ton. Itu roket yang sangat besar dan mereka belum pernah menggunakannya sebelumnya dan mereka ingin mencapai suatu wilayah yang tidak bisa mereka capai.
Apa menurutmua mengenai Awliyaullah? Allah swt telah mengaruniai Nabi-Nya senjata-senjata spiritual yang dapat menjangkau seperti laser menjangkau setan dan para pengikutnya serta mengenai mereka dengan keras dimana pun mereka berada.
Itulah mengapa orang-orang berhamburan ke Awliyaullah. Cari dan temukanlah seorang wali dan menempellah dengannya. Cari dan temukanlah seorang wali dan menerima bimbingannya. Karena mereka tahu trik-trik setan dan dapat menggunakan peralatan yang mereka miliki bila diperlukan untuk melawan setan.
Aku tidak bisa menembus apa yang Mawlana syaikh -semoga Allah memberikan beliau- umur panjang dan Grandsyaikh -semoga Allah merahmati jiwa beliau. Ada hal yang dapat dibicarakan dan ada yang tidak. Kau tidak bisa memberikan seluruh catatanmu seperti yang mereka katakan. Mereka tahu bawa rahmat Allah swt begitu besar, Dia telah mengirim rahmat itu yang tidak bisa dideskripsikan untuk menangani tangan-tangan jahil setan. Dan Awliyaullah mengekspresikan dengan mengeluarkan sebuah rahasia yang penting kita ketahui dan mungkin sebagian orang menyukainya dan sebagian lagi tidak. Namun ini bukanlah tentang apa yang kita sukai. Awliyaullah mempunyai sebuah haqiqat saat harus dibicarakan dan dengannya mereka dapat mengarahkan anak panah melawan setan.
Kadang kala kau melihat film anak-anak, seorang melempar anak-anak panah seperti itu dan mereka mengangkat tangan dan anak panah terbang kembali ke orang lain. Jenis film apakah itu? Film kartun? Mereka memperlihatkan kepadamu banyak hal dan memperlihatkan bahwa itu kembali berbalik kepadamu. Semua ini dapat kau lihat di film-film. Jika para aktor, produser dan sutradara dapat melakukannya, bagaimana menurutmu dengan Awliyaullah.
Bukankah kau lihat di film, seperti film Harry Potter, mereka mempunyai semua jenis sihir, Awliyaullah punya yang sesungguhnya. Dengan haqiqat yang dapat mereka capai dan melempar setan dari hatinya serta memisahkan setan menjadi 2 bagian Dan salah satu hal penting. Bukankah setan telah didandani? Setan mendandani dirinya sendiri dengan kebanggaan diri dan keegoisan. Itulah mengapa setan dilempar [dari surga .penerj]. Jadi, siapapun yang telah didandani dengan kebanggaan diri dan keegoisan, artinya dia senang dan mencontoh setan. Dan sang Nabi (saw), Allah swt telah mendandani beliau dengan ke-"tawadhu"-an. Artinya siapapun yang mencontoh sang Nabi (saw) dengan ke-'tawadhu'-an lalu Allah swt akan mendandaninya dengan rahasia-rahasia sang Nabi (saw).
Mengapa kita mewarisi rahasia-rahasia ini? Karena kita tidak mencapai pencontohan sesungguhnya terhadap sang Nabi (saw) agar dapat didandani dengan semua perangai ini. Artinya kita masih jatuh dalam perangkap-perangkap setan. Kau, mereka dan semura orang. Bila tidak, kau akan menerima satu huruf, 'wa law anzalna hadha al-qurana ala jabalin la'-… Apakah artinya? Jika kita mengirimkan Qur'an ke bawah gunung lalu kau akan melihat bahwa gunung itu bersujud dan pecah dari takut dan kebesaran Allah swt.
Allah swt akan mewahyukan Qur'an diatas sebuah gunung, gunung tersebut akan larut sepenuhnya. Perhatikan bagaimana Allah swt mewahyukan Kitab Suci al Qur'an kepada sang Nabi (saw) dan beliau masih kuat. Jika Allah swt mewahyukan Qur'an pada jagad raya, maka jagad raya akan pecah. Sang Nabi (saw) lebih kuat daripada gunung dan jagad raya. Itu artinya kau harus membaca yang tersirat. Allah swt membawakan contoh itu untuk memperlihatkan kepadamu bahwa sang Nabi (saw) lebih kuat daripada gunung-gunung.
Allah swt berfirman bahwa Dia meletakkan gunung-gunung dimuka bumi untuk menyeimbangkan bumi. Namun ketika Allah swt berkehendak untuk meruntuhkannya, Dia akan melakukannya dengan gempa bumi. Namun Allah swt berkata kepada kita bahwa sang Nabi (saw) lebih kuat dari gunung manapun di muka bumi dan lebih kuat dari apapun di jagad raya. Karena itulah Qalam Allah, bukan kata-kata manusia. Itulah Qalam Kuno Allah swt.
Jadi, tidak ada yang tahu bentuk rahasia-rahasia yang telah Allah swt berikan kepada Sayyidina Muhammad (saw). Yang awliyaullah wariskan dari sang Nabi (saw) tidak ada yang tahu, mereka hanya memberikan sedikit saja, sedikit saja.
Dan disini Grandsyaikh memberikan rasa. Beliau pernah berkata: pada Hari Perjanjian, *qaaluu balaa*, ketika Allah swt membawa seluruh jiwa manusia dan bertanya kepada mereka, "Bukanhkan Aku tuhanmu - *alastu bi-rabbikum*?" dan apakah jawaban mereka? Kita menjawab, "*Qaaluu bala* - ya, Kau-lah tuhan kami." Pada waktu itu kita berbentuk atom-atom, *zharraat*.
Tahukah kau ketika sang Nabi (saw) bersabda, *kull abn Adam yafna illa ujb ad-dhanb*. Semua manusia akan terurai dalam kubur kecuali satu bagian, yaitu tulang sulbi. Kini mereka -ulama-ulama Muslim- menemukannya. Mengapa sang Nabi (saw) mengatakan hal seperti itu, pasti ada sebuah rahasia. Jadi, mereka mulai mengeceknya bersama ilmuwan-ilmuwan barat. Aku mencantumkannya dalam buku Kiamat Mendekat. Dan mereka memberi tekanan dan panas yang tinggi pada tulang sulbi itu dan masih dapat ditemukan spesies-spesies hidup didalamnya. Mereka mengambilnya dan menaruhnya dibawah tekanan tinggi dan menghancurkannya dan masih saja ditemukan spesies-spesies hidup didalamnya.
Itulah mengapa sang Nabi (saw) mengatakan bahwa pada Hari Pembalasan saat Allah swt akan menciptakan kembali semua manusia, hukan akan turun dan itu bukanlah hujan normal namun sebuah hujan spesial. Dan pada tiap tetes air hujan terdapat nama seseorang. Dan jadi tetes air hujai itu mengetahui dimana tulang sulbi orang itu dan masuklah tetes air itu.
"Dan tidak ada keseganan dalam agama, *la haya fii ad-diin*." Sang Nabi (saw) bersabda, "Allah akan melimpahkan sebuah hujan sperma dan tiap sperma mengetahui siapa pemiliknya dan akan menerpa tulang sulbi itu dan itu artinya bahwa tulang sulbi akan mempunyai sel telur didalamnya. Dan tiap sperma akan mengetahui siapa pemiliknya. Semua sperma akan menghampiri pemiliknya."
Jadi, ketika berada dalam Hadirat Allah, species kecil ini -atom-atom-, atau bisa kita katakan jiwa-jiwa berada disana ketika Allah swt bertanya kepada kita, "Bukankah Aku tuhanmu" dan kita menjawab, "Ya, wahai Tuhan kami." Allah swt telah memperlihatkan Sayyidina Muhammad (saw) haqiqatnya, memperlihatkan kepadanya sesuatu yang penting secara berurutan dan itulah sebagian rahasia spesial yang Mawlana Grandsyaikh bukakan yang datang kepada beliau melalui penglihatannya dan inspirasi yang datang kepada beliau melalui *khalwat* dan banyak *khalwat* yang telah beliau lakukan dan beliau mengekspresikan apa yang datang dan dibukakan kepadanya. Serta beliau memberikan kita suatu rasa apa yang awliyaullah dapat ambil dari sang Nabi (saw).
Dan dia berkata bahwa, "Sang Nabi (saw) telah diperintahkan untuk melihat ke jiwa-jiwa tertentu, lihat atom-atom ini atau jiwa-jiwa disisi ini dan Allah swt yang Maha Mengetahui. Dan sang Nabi (saw) melihat dan merasa terganggu. Beliau mereka terganggu dan mulanya beliau tidak merasakan perasaan seperti itu, beliau baik-baik saja, merasa bahagia. Namun ketika Allah swt mendandani spesies ini dengan apa yang akan mereka lakukan di dunya, beliau merasa terganggu karena beliau melihat apa yang akan mereka lakukan di dunya.
Jadi, Allah swt memperlihatkan beliau bagian ini dan sang Nabi (saw) merasa terganggu. Beliau bertanya, "Ya Rabbii apa ini?" Pada saat itu Grandsyaikh menjelaskan bahwa Allah swt mengirim ke dalam hati beliau kecintaan kepada mereka, kepada kelompok jiwa ini. Dan ketika sang Nabi (saw) melihat dan merasa terganggu dengan apa yang beliau lihat bahwa mereka akan berada dalam kesulitan dalam hidup dan mereka akan ditanya tentang itu seperti jiwa-jiwa lainnya namun kita tidak membicarakan mengenai mereka sekarang, tapi nanti akan kita bicarakan, meski bukan saat ini. Jadi hati sang Nabi (saw) tidak bahagia. Allah swt mengetahui tentang itu, bahwa sang Nabi (saw) tidak bahagia. Jadi Dia mengirimkan kepada beliau ke masa lain perwujudan, sebuah *tajalli* dari cinta yang mendominasi seluruhnya, katakanlah grup ini,
bagian itu dimana beliau melihat orang-orang ini, jiwa-jiwa ini.
Dia mengirim dari perwujudan cinta atas mereka dan bagi mereka serta didandanilah perwujudan tersebut pada sang Nabi (saw). Jadi beliau merasakan cinta yang begitu besar kepada mereka sehingga beliau tidak bisa memalingkan mata dari jiwa-jiwa ini. Dan Grandsyaikh pernah berkata bahwa cinta yang Allah swt tanamkan dalam sang Nabi (saw) untuk jiwa-jiwa ini tidak bisa dijelaskan kebesarannya dan tidak ada awal dan akhir dari cinta sang Nabi (saw) kepada mereka yang lebih dari apapun dalam jagad-jagad raya atau dalam dunya atau oleh apapun dan dimanapun, cinta yang Allah swt tanamkan dalam hati sang Nabi (saw) begitu besar sehingga melingkupi semua orang. Dan Allah swt berkata kepada beliau, "Wahai Penutup para Rasul, Aku tidak akan meninggalkan apa yang kau cintai tanpa menyelamatkan mereka."
Dan itulah mengapa sang Nabi (saw) bersabda *yuhshar al-maru ma` man ahab*. Manusia akan dibangkitkan bersama yang dia cinta. Allah swt berfirman, "Aku tidak akan mengambil mereka darimu, ya Muhammad. Yang kau cinta akan berada dibawah Rhmat-Ku. Aku tidak akan menghukum mereka."
Jadi, sejak sang Nabi (saw) mencintai mereka, Allah swt menyelamatkan mereka. Karena jika kau mencinyai seseorang di dunya, kau selalu inginkan yang terbaik baginya.
Menurutmu apakah Allah swt menjadikan sang Nabi (saw) mencintai seseorang? Disamping para Sahabat beliau, disamping para awliyaullah, disamping.. ini adalah sekelompok orang yang sang Nabi (saw) cintai. Dan ini dari rahasia spiritual bahwa Allah swt sudah membukakan kepada sang Nabi (saw) dan beliau membukakan kepada sebagian Awliyaullah. Jadi, siapakah orang-orang ini? Apa yang sang Nabi (saw) ucapkan dalam satu hadist shahih? "Allah swt menjadikan beliau mencintai 3 hal dari dunya-mu." Tiga buah hal utama. Apakah itu? [shalat, wewangian, ] pertama adalah wanita, *an-nissa, at-tiib, tsumma qurratu 'ainii fii ash-shalaat*.
Jadi yang pertama wanita, kemudian wewangian yang enak dan kemudian mataku akan sangat rileks dengan shalat-shalat. Jadi itulah mengapa sang Nabi (saw) mencintai wanita karena Allah swt meletakkan dalam hatinya, beliau berkata, kau tahu seberapa besar mereka akan menderita dan berapa banyak yang mereka akan bawa dalam rahimnya dari penciptaan ke penciptaan dan dari generasi ke generasi, sang Nabi (saw) berkata bahwa, "Surga berada dibawah telapak kaki ibu." Jika kau perhatikan hadist ini mengenai pentingnya perempuan dan wanita akan berkata bahwa Islam sudah memberikan wanita begitu banyak hak dan manfaat.
Jadi, itulah jawaban kepada laki-laki yang bicara dalam konferensi mengenai kesamaan dan ketidak samaan wanita. Disini kau dapat mengetahui bahwa kaum wanita bahkan lebih banyak daripada kaum laki-laki. Sang Nabi (saw) memperhatikan dan memberikan cinta yang lebih kepada kaum wanita.
Jadi apa yang pernah diucapkan Grandsyaikh? Dia berkata, itu untuk Allah swt,
jika kau mencintai seseorang, kau akan mencintai seseorang atau kau akan peduli terhadap seorang yang mencintaimu.
Jika aku mencintai ini dan aku mencintai dia, artinya aku ingin peduli kepadamu karena aku mencintai orang yang kau cinta. Jadi Allah swt menjadikan kaum laki-laki mencintai kaum wanita. Sejak Allah swt menjadikan kaum laki-laki mencintai kaum wanita, dan sang Nabi (saw) mencintai kaum wanita. Dan karena kecintaan sang Nabi (saw) terhadap kaum wanita lalu Allah swt akan mencintai kaum laki-laki yang mencintai kaum perempuan, mereka akan selamat. Awliyaullah. Bagi mereka tidak ada batasan. Awliyaullah bagaikan samudera.
Paham atau aku ulangi? Sudahlah. Apa yang mereka katakan, Sahib? Sudahlah. Karena mereka selalu membawa isu tentang ini. Seakan tidak ada kesamaan. Tentu saja tidak ada kesamaan! Mereka harus memberikan lebih dari apa yang laki-laki berikan! Allah swt menjadikan Sayyidina Muhammad (saw) dan kemudian Dia menjadikan kaum laki-laki mencintai kaum wanita dan karena Sayyidina Muhammad (saw) mencintai kaum wanita, Allah swt tidak akan menghukum mereka karena mereka dicintai oleh kaum laki-laki; kemudian kaum laki-laki tidak akan dihukum karena kecintaan ke sang Nabi (saw) terhadap wanita yang mereka cintai. Jadi, itulah satu makna dari rahmat Allah swt yang Dia punya dan dari Nama Indah-Nya, *ar-Rahman ar-Rahiim*. Dan sang Nabi (saw) adalah penyebar rahmat, *ar-rahmatul-muhda*. Jadi beliaulah *rahmatan lil-'alamiin*. Itulah satu tetes dari *rahmat* itu. Bagaimana dengan
sisanya? Kami tidak tahu.
Allah swt berfirman, "Aku tidak akan mengirim yang kau cinta untuk dihukum dan Aku tidak akan mengutus kaum muda yang kau cinta itu untuk dihukum. Aku mengirim semuanya ke Surga dengan Rahmat-Ku." Semoga Allah swt mengampuni kita dan semoga Allah swt membuat kita bahagia dengan berkah-berkah awliyaullah dan berkah-berkah sang Nabi (saw).
Dia berkata, "*ma yaqulu mawlana illa haqqan*." Dia berkata, "Yang aku bicarakan benar adanya, aku membicarakan apa yang aku lihat dalam sebuah penglihatan. Aku tidak bicara tentang apa itu halusinasi atau imajinasi. Ini benar dan inilah cara Allah swt akan menyelamatkan manusia pada Hari Pembalasan, Ummata an-Nabi." Kemudian dia membicarakan banyak hal yang tidak bisa aku jelaskan. Kami akan menyimpannya untuk sesi-sesi private lainnya, insya-Allah untuk menjelaskan hal itu. Aku akan meletakkan sebuah tanda pada itu dan insya-Allah suatu hari kami dapat menjelaskannya.
Sumber :
milis muhibbun_naqsybandi@yahoogroups.com
posted by Sri Rahayu Handayani