Dosa-dosa yang Tiada Habisnya, Rahmat yang Tiada Habisnya
Mawlana Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani qs
Sabtu, 1 Maret 2008
Oakland, California, Masjid al-Iman
A`udzu billahi min asy-syaitaan ir-rajiim
Bismillahir-Rahmanir-Rahiim
Nawaytu'l-arba'iin, nawaytu'l-`itikaaf, nawaytu'l-khalwah, nawaytu'l-riyaada, nawaytu's-suluuk, nawaytu'l-`uzlah lillahi ta`ala fii hadza'l-masjid
Ati` Allah wa ati` ar-Rasula wa uli 'l-amri minkum
Kapanpun bicara perasaanku selalu tidak enak, Mawlana Zubayr. Karena aku merasa mengapa aku harus bicara atau mengatakan sesuatu ketika aku bukanlah orang yang sesuai dengan standar itu? Apa yang kita bicarakan adalah sesuatu yang membawa kesombongan kepada diri. Itulah mengapa aku merasa tidak enak untuk bicara dan perasaan ini datang sejak 3-4 tahun yang lalu. Kini aku lebih suka mendengarkan daripada bicara. Karena ini sangatlah berbahaya saat seorang bicara dan tidak ada perbuatan nyata dari omongannya. Namun seorang yang mendengarkan, perbuatan yang dia lakukan atau tidak, maka dia tidak banyak dapat dikenal seperti orang yang memberikan nasehat dan tidak mengikuti nasehatnya. Jadi aku merasa bahwa ini adalah sebuah ujian amat besar yang syuyukh kita berikan ketika mereka memintamu untuk pergi dan memberi bimbingan atau pergi dan kita tidak ingin mengatakan bimbingan, pergi dan beri nasehat atau pergi dan lakukan zikir atau pergi dan wakili kami ditempat-tempat yang tidak kami datangi, atau capai.
Pastilah awliyaullah tidak dapat mencapai manapun namun secara spiritual mereka dapat mencapai tempat dimanapun. Sang Nabi (saw) mengutus para sahabat, sahabat beliau, kemana-mana untuk mengajar dan memberi pencerahan mengenai agama Islam. Para Sahabat dapat memberi pencerahan, ya, karena mereka telah dipelihara dari hari Sayyidina Muhammad (saw). Mereka telah diberi kehormatan untuk bersama sang Nabi (saw). Namun kini kita sembunyi dan tidak bertingkah laku seperti yang kita ucapkan, kita tidak hanya menggandakan dosa namun mungkin justru melipat-tigakan dosa atau lebih, Allah swt mengetahui berapa banyak yang harus kita pertanggung jawabkan atas apa yang kita ucapkan dan tidak melaksanakannya.
Terutama mereka yang pada hari Jum'at, kau tahu apa itu mimbar? Apa itu? Kau menyebutnya apa, pulpit (mimbar dalam bahasa Inggris adalah pulpit .penerj) Mimbar ini sangat sederhana, orang-orang berdesakan menaikinya. Bukankah begitu? Inilah mimbar Rasulullah (saw). Ada adab dan disiplin serta kehormatan berada diatas mimbar itu. Ini tidak seperti yang kau lihat, mereka akan yang seperti monyet diatas mimbar. Berdesakan seakan mereka ingin bicara dari ego-egonya. Kiat berdesakan seperti monyet, naik, naik, naik; kita semua. Mengapa? Karena kita ingin memperlihatkan diri bahwa kita tahu sesuatu dan dapat berkata sesuatu. Bukankah begitu?
Jadi, ini sangat tidak mudah berbicara padahal kita tidak bertingkah laku seperti yang kita bicarakan. Seekor domba tidak lebih baik daripada penggembala. Seekor domba tidak memiliki tanggung jawab. Pengembala punyai tanggung jawab. Aku berkata kepada mereka agar nantinya tidak menyesal, kepada mereka yang menyebut dirinya wakil-wakil dan deputi-deputi. Jadilah seekor domba; jangan menjadi seekor penggembala. Domba tidak memiliki pertanggung jawaban. Pengembala mempunyai tanggung jawab atas semua perbuatan yang ditempatkan pada pengikutnya. Itulah mengapa kadang kala aku tidak merasa senang saat berbicara. Jadi aku membawa buku catatan Mawlana syaikh dan Grandsyaikh. Ini perkataan mereka bukan perkataanku. Yang mereka katakan aku sampaikan. Lalu tida ada pertanggung jawaban. Namun siapakah yang naik ke atas mimbar Rasulullah yatashadaqoona fil Kalaam. Kau tahu yatashadaqoona?; artinya mereka membuka mulut mereka begitu besarnya saat berkhutbah, berpikir kalau mereka seseorang namun mereka hanya bicara dari ego mereka.
Jadi, lebih baik membawa sebuah buku catatan dan katakan apa yang akan aku katakan hari ini. Ataytuka ummatan la … min adh-dhunooba. Ini adalah catatan-catatan Grandsyaikh dan Mawlana syaikh.
Allah swt berfirman kepada sang Nabi (saw), "Aku telah memberimu ummat yang tiada lelahnya melakukan perbuatan dosa." Allah! Mudah-mudahan sang Nabi (saw) bisa berhasil menghadapi ummat seperti itu. Allah swt berfirman, "Aku telah memberimu ummat yang tidak lelahnya melakukan perbuatan dosa," perbuatan dosa atau menyanyi (sinning or singing? .penerj). Menyanyi juga perbuatan dosa. Itulah masalah dengan dosa. "Dan ya Muhammad (saw) Aku tiada lelah mengubah dosa-dosa mereka menjadi hasanaat. Karenamu. Karenamu Ya Muhammad (saw)!" Semoga Allah mengaruniai beliau tingkat yang lebih dan lebih tinggi ma la `aynu ra'at wa la uzunan sami'at wa la khatr ala qalbi bashar - apa yang tidak dilihat mata, tidak didengar telinga dan tidak pernah datang ke dalam hati manusia.
Ma la aynun ra'at - apa yang tidak bisa dilihat mata, bahkan di surga pun kau tidak akan pernah tahu tingkatan sang Nabi (saw). Dari sekarang pertimbangkan akan hal itu. Tidak seorang pun dapat mencapai tingkat dimana sang Nabi (saw) telah capai. Kau akan bersama beliau dan beliau akan bersamamu namun posisi beliau lebih tinggi dan semua orang dapat melihat beliau dengan posisi berbeda.
Wa la uzunun sami'at - dan tidak pernah didengar telinga dan tidak pernah datang ke dalam hati manusia, kadang-kadang datang ke hati suatu inspirasi, kau tidak pernah memikirkan hal tersebut, Allah swt akan menaikan sang Nabi (saw).
Ataytuka ummatan – Aku telah memberimu Ummat yang tidak ada pernah letih berlari, berlari, tidak tahu kemana mereka berlari. Mereka ingin semuanya dan mereka tidak pernah puas dengan apapun. Mereka biasa mengejar dengan menunggang keledai, kemudian menunggang kuda, unta, lalu mengendarai mobil. Mereka biasa mempunyai ini, kalian tahu.. mobil pertama, perbaiki bila aku salah, mereka menyebutnya mobil Ford. Dinegaraku mereka menyebutnya, Ford Abu tank. Ford seperti itu seperti tanaka, seperti sebuah ember. Seperti sebuah ember dari kaleng yang sangat berkarat. Jadi, mobil pertama beroda 4 akan mudah datang saat kau duduk diatasnya. Mereka menggunakan ini; mereka tidak puas dengannya dan lalu punya mobil yang lebih cepat, lebih cepat, orang selalu lari.
"Apa, kemana kau akan pergi?"
"Aku punya janji."
Akan datang kepada semua orang hari kematian.
Itulah kemana kau kejar dunya. Kemudian mereka menemukan pesawat terbang. Lalu mereka menemukan roket-roket luar angkasa. Lebih baik berada dibawah, apa yang kau lakukan diatas? Milyaran mereka habiskan; lebih baik berikan kepada orang miskin dan jadikan mereka bahagia. Uang yang mereka habiskan dalam perang-perang dan pada pesawat-pesawat luar angkasa akan menjadikan seluruh dunia kaya raya.
"Aku telah memberimu Ummat yang suka berlari, bukan mengejar akhirat namun mengejar dunya. Namun Aku tidak akan pernah letih mengampuni mereka."
"Kau mencintai mereka; kau peduli akan Ummat." Beliau (saw) peduli akan Ummat dan ingin mereka selamat. Ketika datang ke kehidupan ini, beliau berkata ummatku, ummatku. Ini tertera dalam sirah (kisah kehidupan .penerj) sang Nabi (saw). Di kehidupan ini saat beliau masih muda sampai menjadi Nabi, beliau bertanya kepada Allah, "Wahai Tuhan-ku, apa yang terjadi kepada ummatku."
Dalam kematiannya, beliau bertanya, "ummatku, ummatku!"
Dalam kuburnya, beliau bertanya, "ummatku, ummatku."
Pada Hari Pembalasan beliau bertanya, "ummatku, ummatku."
"Ya Muhammad (saw) bahwa rahmat adalah milik-Ku; jika kau mencintai mereka sebesar ini, maka Aku mencintai mereka sebesar itu."
Jika pada Hari Pembalasan Allah swt mengirim semua orang ke dalam Surga, siapakah yang akan berdiri dan berkata, "Tidak"? Siapakah yang akan senang jika Dia mengirim semua orang ke Surga? Sayyidina Muhammad. Pertanggung jawaban yang besar dan sebuah tanggung jawab besar telah disingkirkan. Beliau mempertanggungjawabkan dan bertanggung jawab bukan hanya bagi seluruh Ummat namun bagi seluruh manusia. Karena Allah swt berfirman, "Aku mengutusmu sebagai rahmat bagi kemanusiaan."
Apakah yang Adam (as) lakukan ketika dia melakukan dosa? Dia melakukan sajda. Allahuma shalli `ala Sayyidina Muhammad. Kau pikir kalau Adam (as) adalah orang yang akan melakukan sebuah dosa? Dia seorang nabi; ayah dari manusia. Siapapun yang mengatakan bahwa Adam (as) telah melakukan sebuah dosa, maka dia tidak mempunyai pikiran. Artinya dia tidak mewarisnya dari awliyaullah dan jika dia berkata bahwa dia tidak mewarisi dari sang Nabi (saw). Jadi, apa maksudnya dengan mengatakan bahwa Adam (as) telah melakukan sebuah dosa. Tidak. Sempurna... apakah sempurna itu? Tidak melakukan kesalahan. Sempurna? Guru bahasa Inggris? Lawan dari kita, itu mudah. Jadi, siapakah yang melakukan dosa?
Awliyaullah berkata bahwa kita melakukan dosa. Kami kembali ke Sayyidina Adam (as), semua manusia disana, Allah swt menaruh mereka disana. Dan mereka bergerak, karena mereka menyukai apa yang Iblis katakan, mereka suka Iblis itulah mengapa mereka melakukan dosa. Mengapa kita melakukan dosa? Karena kita mendengarkan Setan. Dan apa yang Allah swt firmankan? Ati` Allah wa ati` ar-Rasula. Kita sepertinya patuh namun kita memberontak. Ya Allah, bimbinglah kami untuk patuh, kami adalah hamba-hamba yang lemah.
Aku tidak bisa mengatakannya namun orang berkata, "Kami gila" [O Allah,] Kau telah menciptakan kita dalam sebaik-baiknya bentuk. Kau mengubah kita; tidak ada apa-apa ditangan kami. Kau menaruh sebuah situasi sulit dan berkata, 'Lari, selamatkan dirimu!' Bagaimana kita bisa menyelamatkan diri? Setan ada disana, bagaimana kita bisa menyelamatkan diri?"
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ آمَنُوا ثُمَّ
كَفَرُوا ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ
لَهُمْ وَلا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلا
Innal ladziina aamanuu tsumma kafaruu tsumma aamanuu tsumma kafaruu tsummaz daaduu kufral lam yakuni Allahu li yaghfira lahum wa laa li yahdiyahum sabiilaa
Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kemudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus. [An Nisaa' (4):137]
Tsumma aamanuu tsumma kafaruu - satu hari beriman dan satu hari tidak. Jadi, ya rabbi kami memohon pertolongan-Mu dan pertolongan Sayyidina Muhammad (saw).
Jadi awliyaullah berkata bahwa kita sudah bergerak di tangan Sayyidina Adam (as) ketika kita berada dipunggungnya. Dia tidak makan, kita makan dari pohon itu. Jadi, ketika dia melakukan dosa karena kita, dia bersujud. Dikatakan bahwa dia bersujud selama 40 tahun dan tidak mengangkat kepalanya. Dapatkah kita melakukan itu? Jadi, jika kita tidak dapat melakukan itu, lalu apakah yang berharga dari hidup kita? Dan kita berkata bahwa kami Muslim, kami ulama, profesor dari sekolah Islami. Kami orang yang relijius, kita melakukan shalat 5 waktu. Apa itu relijius? Adam (as) bersujud selama 40 tahun. Lalu apa artinya itu bagi kita, tidak ada? Selama 40 tahun dan air mata keluar dari matanya seperti air bah.
Seperti air bah dan Grandsyaikh, semoga Allah merahmati jiwanya, berkata, "Aku hendak menggali makna ayat itu dari Kitab Suci Qur'an bahwa ketika Adam (as) makan dari pohon itu setelah Iblis berbisik kepadanya," beliau mengatakan itu, "dari rahasia ayat tersebut yang dikeluarkan dari makna dibelakang bersujud selama 40 tahun." Ini disebutkan dalam sirah, bersujud selama 40 tahun. Tetapi apa yang dia keluarkan adalah air mata itu juga disebutkan dalam sirah. Namun dia berkata bahwa dia berhenti menangis setelah 40 tahun. Mengapa selama 40 tahun menangis? Mengapa tidak selama 50 tahun; mengapa tidak 10 tahun? Dia berkata bahwa tiap tetes dari matanya mewakili satu manusia. Air matanya berdasarkan jumlah manusia yang ada dipunggungnya. Dia tidak ingin mengangkat kepalanya sampai semuanya diampuni. Dan itu tidak ada hubungannya dengan Sayyidina Adam (as) namun sehubungan dengan cahaya Sayyidina Muhammad (saw) dikeningnya. Sayyidina Muhammad (saw) menjaga Sayyidina Adam (as) bersujud sampai seluruh Ummat diampuni. Beliau memastikan sebelum datang ke dunya semua manusia telah diampuni sementara dia masih berada dalam surga.
Dimana kita akan memberikan ajaran-ajaran, kapan kau akan melihat makna-makna ini datang? Seluruh khutbah didunia sekarang ini seperti alfabet, hanya huruf-huruf ketika kau lihat para awliyaullah menarik rahasia-rahasia ini dari hati sang Nabi (saw) untuk diberikan kepada kita diatas sebuah piring emas. Ketika semua orang telah diampuni, cahaya Sayyidina Muhammad (saw) ada disana. Ketika cahaya tersebut bergerak, (as) bergerak. Mengapa mereka diampuni? Allah swt berfirman, "Mereka akan berdosa (sinning), (singing?). Mereka akan melakukan dosa, mereka tidak letih melakukannya dan Aku tidak akan letih mengampuni mereka."
Tetapi pasti ada suatu sebab untuk mengampuni mereka. Apa yang telah Sayyidina Adam (as) lakukan? Dia memperhatikan cahaya Sayyidina Muhammad (saw) dikeningnya. Dan dia melihat di surga ada nama Sayyidina Muhammad (saw) tertera disana. Nama itu ada dimana-mana. Tidak ada satu tempat pun yang dia lihat tanpa adanya nama Sayyidina Muhammad (saw).
Aku berkata kemarin ini sebuah botol air. Jika namamu tercantum dibotol itu, apa artinya? Artinya botol itu milikmu; tak seorang pun bisa mengambilnya. Kini kau pergi membeli sebuah rumah dan mereka mempunyai jabatan di perusahaan, mereka menuliskan namamu di rumah itu. Rumah itu milikmu; tidak seorang pun bisa mengambilnya. Siapakah yang memiliki surga? Nama beliau (saw) ada dimana-mana, jadi artinya beliau memilikinya. Di tiap tempat yang Allah swt ciptakan bagi manusia seperti yang sudah Dia deskripsikan sebagai istana-istana dan jannaatin. Artinya beliau memilikinya, nama beliau disana .
Man bana lillahi bana Allahu lahu qasran fil jannah – siapa yang membangun sebuah masjid untuk Allah, Allah akan membangun sebuah istana baginya di surga. Namun seluruh istana dimiliki oleh sang Nabi. Pada tiap istana yang diciptakan disana terdapat nama Muhammad (saw). Sayyidina Adam (as) menengok ke kanan dan kiri dan menemukan nama sang Nabi (saw)disana. Bahkan pada saaq al-`arsy. Bahkan pada samping Singasana, nama beliau tercantum disana. Artinya bahwa sang Nabi (saw) memiliki surga-surga. Nama beliau ada disana. Allah swt bertanya kepada Adam (as), "Bagaimana kau tahu nama Muhammad (saw)?" Dia menjawab, "Kemanapun aku menoleh, namanya ada."
Jadi, apa yang sang Nabi (saw) lakukan dengan seluruh surga yang telah Allah swt karuniakan kepada beliau dan nama beliau ada disana? Beliau memberikannya kepada Ummat. Surga apakah itu? Jannatu `adnin. Apakah letakknya diluar atau dalam jagad raya? Luar jagad raya. Karena Allah swt muncul dalam jannah pada Hari Pembalasan.
Terutama kepada kaum mukmin. Allah swt tidak akan muncul di dunya. Inilah faaniya; ini akan dipadamkan, hilang. Jadi artinya surga ada diluar jagad raya ini. Apakah yang mereka lihat dengan mengunakan teleskop Hubble akhirnya adalah tepian jagad raya, apa yang mereka ketahui tentan jagad raya ini. Mereka mengkalkulasi ada 6 milyar galaksi. Dan tiap galaksi mempunyai 80 milyar bintang. Dan satu bintang berapa banyak?
Satu hari seorang memanggilku dan berkata, "Kemarilah, aku ingin memperlihatkan sesuatu kepada anda di internet."
Aku melihat dan lalu dia me-navigasi, navigasi, dan memperbesar dan memperbesar dan memperbesar dan berlangsung berjam-jam.
Aku bertanya, "Apa ini?"
Dia menjawab, "Ini langit Google." Bukan earth Google.
Kini di Google segala sesuatu dimuka bumi dapat kau lihat. Kini mereka mempunyai Google untuk angkasa. Dia tinggal memasukkan satu konstelasi; hanya satu, Dan kami memperbesarnya dan memperbesarnya, membutuhkan waktu berjam-jam dan kau mulai lebih banyak melihat dan lebih banyak lagi dan lagi. Kau perhatikan betapa besarnya. Dan itu masih dalam satu konstelasi di galaksi kita. Bagaimana dengan yang lainnya?
Jadi, dimana tempat kita disurga-surga ini kalau Allah swt menyebutkan dalam Kitab Suci Qur'an dan hadits suci kalau Allah swt sudah memberikannya kepada sang Nabi (saw)? Itulah bagian dari rahmat. Wa ma arsalnaaka illa rahmatan lil-`alamiin. Artinya beliaulah yang paling dermawan. Beliau begitu dermawan dan tidak mempedulikan dirinya sendiri; hanya peduli kepada Ummat. Apa yang telah Allah swt berikan kepada beliau, beliau tidak peduli apa yang terjadi atasnya, dia hanya peduli kepada Ummat.
Dan Grandsyaikh pernah berkata ini dan semua orang terpesona ketika beliau mengatakannya, "Pada Hari Pembalasan ketika Allah swt menghakimi semua orang dan Dia berfirman, 'Ya Muhammad (saw), Aku mengaruniaimu syafa'at. Siapa-siapa yang ingin kau kirim ke surga dan siapa yang tidak, lakukan apapun yang kau kehendaki.' "
Dan Grandsyaikh berkata, "Dari rahasia yang diambil dari hati sang Nabi (saw), aku melihat bahwa pada Hari Pembalasan dan aku melihat semakin dalam yang diijinkan bagiku."
Awliyaullah diijinkan untuk melihat, seperti Muhammad (saw) al-Busayri pernah berkata, gharfan min bahri aw rashfan min a diyami - Baik mereka mengambil mengunakan ember-ember atau dengan genggaman tangan.
[Dia berkata:] "Aku melihat dari pipaku dan itu muncul bahwa haqiqat pada Hari Pembalasan sebelum Allah swt mengaruniai syafa'at, beliau (saw) berkata, 'Ya Rabbii, Kau menjadikanku Nabi penghabisan. Dan aku memohon kepada-Mu janganlah tinggalkan aku bersama egoku walaupun hanya satu kedipan mata.' "
Itulah Sayyidina Muhammad (saw) yang berujar, "O Allah jangan tinggalkan aku bersama egoku walau hanya satu kedipan mata. "
Barapa kali kita ditinggalkan dengan ego kita. Sang Nabi (saw) memohon, "Oh Tuhan-ku, jangan tinggalkan aku bersama egoku walau hanya satu kedipan mata atau aku akan berada dalam situasi yang salah."
Itulah Sayyidina Muhammad (saw) yang tidak melakukan satu dosa apa pun.
"Apapun yang telah Kau berikan kepadaku, Kau membawaku Isra' dan Mi'raj dan Kau mendandani aku dengan Nama-nama Indah dan Atribut-atribut-Mu (Asmaul Husna) serta Kau menjadikanku rahmatan lil-'alamiin dan Kau menjadikanku sebagai perantara bagi manusia. Ya Rabbi, Kau menjadikan aku sebagai nabi yang paling banyak diuji dan sepanjang hidupku aku disiksa dan diperlakukan dengan kejam oleh bangsaku sendiri dan semua orang disekitarku."
Dan kini manusia datang dan berkata, "Aku punya masalah ini; yang ini bicara hal buruk tentangku atau orang itu bicara yang buruk tentangku. Aku kehilangan pekerjaan. Aku ingin ini, aku ingin itu. Aku kehilangan ini, aku kehilangan itu."
Perhatikan apa yang terjadi kepada sang Nabi (saw). Beliau (saw) berkata, "Tuhan-ku, apapun yang telah Kau berikan kepadaku, kini aku berdiri dan apapun yang Kau kenakan kepadaku dari Nama-nama Indah dan Atribut- Mu (Asmaul Husna) yaitu al-Karim, aku memberikan Surga-surga apapun yang Kau telah berikan kepadaku kepada semua orang yang berdiri disana pada Hari Pembalasan."
Dan dia berkata, dan ini sangatlah penting dan sangat sulit bila kita tidak memahaminya. Dan dia berkata tanpa keraguan, sebagian orang berkata aku ingin memberimu ini dan aku ingin memberimu itu. Ini bukan yang ingin aku berikan, namun dilain pihak aku memperlihatkan kedermawanan dan pahala. Nabi
tanpa itu datang ke hatinya yang sudah siap, "Ya Rabbii, bahkan Kau mengutusku ke api neraka, aku datang dan memberikan semua kepada ummat dan aku memberikan diriku sendiri dan Kau mengirimku kemanapun Kau kehendaki."
Ini bahkan terjadi sebelum syafa'at. Dan ini … dan Grandsyaikh dan Mawlana Syaikh Nazim mengajari kita tiap do'a, untuk berbagi tiap do'a, untuk berbagi dengan kita dalam ibadah sang Nabi (saw) puasanya, shalatnya, kontribusinya, pesan yang diantarnya, dakwahnya, hajinya, nawafil-nya pada tiap kesempatan dalam hidupnya untuk berbagi ibadahnya itu. Jadikan kita berpatisipasi dalam ibadah beliau. Dia berkata sebuah cara berdo'a yang sangat bisa diterima, kemudian jika itu telah dikonfirmasikan, maka akan seperti seakan-akan ibadah yang dilakukan oleh sang Nabi (saw). Kau akan berbagi dengan itu dan kau akan didandani dengan itu dan pada Hari Pembalasan kau akan didandani dengan ibadah itu yang dari sang Nabi (saw). Berharap kalau ibadah kita diterima. Jangan berpikir kalau ibadah kita diterima.
هَبَاءً مَنْثُورًاوَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ
Wa qadimnaa ilaa maa 'amiluu min 'amalin fa ja'alnaahu habaa-am mantsuuraa
Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. [Al Furqaan (25):23]
Kita tiba dimana mereka telah selesai dan melemparkan ke muka mereka serta menjadikannya seakan itu bukan apa-apa. Dalam ibadah kita tidak boleh mengatakan, "Ya Tuhan-ku, kami shalat 5 waktu untuk-Mu, kami melakukan ini dan itu." Jangan, itu bukan untukmu. Suatu hari Sayyidina Musa (as) pernah berkata, "Wahai Tuhan-ku, aku melakukan ini untuk-Mu. Shalatku untuk-Mu dan aku berpuasa dan menyeru manusia kepada Taurat. Dia berkata bahwa itu untuk-Mu bukan untukku. Lalu apa yang telah aku lakukan bagi Tuhan-ku? Ampuni mereka; jangan biarkan kejengkelan antara saudara dan saudarimu. Man `afa wa aslaha fa ajruhu `ala Allah - lalu kau melakukannya untuk-Ku. Semoga Allah mengampuni kita dan semoga Allah mendukung kita. Dan semoga Allah mengaruniai kita dengan kecintaan terhadap Sayyidina Muhammad (saw) dan kecintaan terhadap-Mu, ya Rabbi. Dan kami sangat bahagia dan kamu mengirim salaam kami kepada awliyaullah kepada sang Nabi (saw) alfa lf salat was-salam alayk ya Rasulullah. Alf alf salat was-salaam alayk ya shafi` al-mudhnibeen. Alf alf salat was-salaam `alayk ya Abu Batool; Alf alf salat was-salaam `alayk ya Rasulullah (s) al-malaahim; Alf alf salat was-salaam `alayk ya Tahir, Alf alf salat was-salaam `alayk ya Maahi, alf… wa rahmatullah wa barakatuhu… wa afaadAllahu `alayk ma la `aynu ra'at wa la udhunin sami`at wa ma khatar `ala qalbi bashar.
diambil dari www.sufilive.com
Sumber :
milis muhibbun_naqsybandi@yahoogroups.com
posted by Sri Rahayu Handayani