Tingkat 1: Pembimbing Spiritual dalam Bersyukur atas Berkah-berkah Bagian Kedua
[1st Level: The Spiritual Guide of Benediction (Blessings) Part II]
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani (qs)
Suhbat Tanggal 8 April 2008
Zawiyah Oakland
Tingkatan-tingkatan Mursyid – 2
A`udzu billahi min asy-syaitaan ir-rajiim
Bismillahir-Rahmanir-Rahiim
Nawaytu'l-arba`iin, nawaytu'l-`itikaaf, nawaytu'l-khalwah, nawaytu'l-riyaada, nawaytu's-suluuk, nawaytu'l-`uzlah lillahi ta`ala fii hadzal-masjid
Kemarin kita membicarakan mengenai mursyid at-tabarruk, sang mursyid atau pir atau pembimbing berkah-berkah dan bersyukur. Dan kami berkata ada 4 macam tingkatan atau maqam dan tiap tingkat mempunyai pembimbing sendiri.
Jadi kau mulai di maqam murid, ketika dinaikkan kau dapat meraih tingkat pembimbing, tingkat pertama pembimbing, tingkat bicara atau mulut. Itulah satu dari mulutnya berkah-berkah keluar.
Sebelum kita lanjutkan penjelasan dari apa yang kita perlu tahu bahwa diatas tingkatan mursyid at-tabarruk ini adalah mursyid at-tazkiyya, yaitu mursyid atau pembimbing spiritual yang dapat melakukan penyucian, sebagaimana disebutkan dalam al Qur'an yaitu tasawwuf, menyucikanmu dari penyakit ego.
Diatas itu adalah mursyid tasfiyya, pembimbing spiritual dalam pembersihan dan penyaringan. Pada tingkat itu akan ada pembersihan dan penyaringan, mereka melihat siapa yang bisa terus maju dan mem-filter dan menyaring keluar semua jenis adab buruk dan melemparkannya.
Kemudian tingkatan tertinggi adalah mursyid at-tarbiyya, yaitu pembimbing spiritual dalam pendidikan atau pencerahan, dan memberikan bimbingan, bimbingan yang sesungguhnya, dimana dia bisa memberimu haqiqat dari berbagai hal agar kau dapat meraihnya dengan perlahan-lahan, pelan-pelan dalam pendidikan Sufi atau pendidikan sejati yang mampu membuat meraih ke hadirat sang Nabi (saw).
Jadi mursyid at-tarbiyya adalah yang tertinggi dan semua jenis mursyid yang lain berada dibawahnya. Dia adalah seseorang yang memberikan tiap maqam yang dibutuhkan. Dialah seseorang yang mendukung tingkat mursyid at-tabarruk ke tingkat kedua yaitu mursyid at-tazkiyya, ke tingkat ketiga yaitu mursyid at-tasfiyya, mereka semua dibawah kendalinya.
Jadi, ini penting dipahami bahwa mursyid at-tabarruk belum mencapai tingkat tertinggi bimbingan; dia masih berjuang pada tingkatnya sendiri.
Sang mursyid at-tabarruk. Ada 2 macam mursyid at-tabarruk. Mursyid at-tabarruk salah satu yang sudah mencapai semua kesadaran (realization) dan adab-adab yang baik yang sudah kami jelaskan kemarin antara dia dan mursyid at-tarbiyya, dan dilain pihak ada pir-pir khayalan atau imajinasi yang mengira diri mereka sebagai mursyid at-tabarruk tapi dalam kenyataannya mereka adalah buah plastik didepan buah yang sesungguhnya.
Jadi itulah mengapa kau melihat banyak orang mengira diri mereka sendiri adalah pir dan banyak yang murid tingkat tinggi dari Syaikh yang memimpin zikir disini atau memberikan ajaran-ajaran disini atau memberikan sohbet disini, atau menjadi wakil sang Syaikh disini… Namun kenyataannya, mereka belum mencapai tingkat tabarruk berdasarkan pada apa yang dijelaskan oleh Grandsyaikh dari Grandsyaikh kita. Jadi, kita harus sangat berhati-hati jangan sembarangan memberikan gelar-gelar pada orang dan terjerumus dalam penyakit sombong dan tapi katakanlah aku bukan orang yang dimaksud, itu mursyid. Aku tidak punya apa-apa dan aku hanya melaksanakan zikir dan aku melakukan ajaran sang Syaikh tapi aku bahkan belum mencapai tingkat tabarruk. Kami bahkan belum membicarakan tentang tingkat 2 dan 3 dan 4. Dimanakah tingkat ke-2, dimanakah tingkat ke-3? Dimanakah mursyid at-tazkiyya, mursyid at-tasfiyya dan mursyid at-tarbiyya? Dan mursyid at-tarbiyya adalah tingkatan tertinggi sebelum mencapai tingkat Sultan al-Awliya.
Jadi ada 4 buah tingkat didepan murid untuk kemajuan dari satu ke yang lainnya agar bisa mencapai hadirat Sultan al-Awliya, dalam hadirat Sultan al-Anbiya.
Jadi, kita harus sangat hati-hati bagaimana kita menunjuk hati kita kepada mereka yang melaksanakan tugas atas nama syuyukh dan atas nama orang-orang shaleh. Mereka tidak boleh mengatakan, "Kami adalah deputi, kami adalah khalifah," seperti yang banyak kita lihat pada banyak kartu nama
"deputi Syaikh Nazim" dan memberikan sebuah alamat dan inilah zawiyah-ku dan datanglah berkunjung ke tempatku pada alamat ini. Kita melihat terlalu banyak hal itu diseluruh dunia. Jika kau ingin membuat kartu nama jangan masukkan "aku deputi atau khaligah." Jadi, kita harus sangat hati-hati dalam mengetahui tingkat-tingkat berbeda dimana para pembimbing ini berada dan kita tidak boleh berbohong kepada orang lain dan berkata, "Kami benar-benar sudah meraih tingkat itu." Kemudian pukulan akan datang padamu dan pada para pengikutnya karena kau menghancurkan ajaran-ajaran.
Pernah ada seorang murid Sayyidina Khalid al-Baghdadi yang membawa, akan membawa rahasia thariqat Naqsybandi berasal dari Daghestan. Namanya adalah Isma'il ash-Shirwani. Sayyidina Khalid al-Baghdadi mempunyai 2 orang deputi yang bernama Isma'il -satu dari Syam, Damaskus, dan satunya dari Daghestan. Jadi, satu yang berasal dari Daghestan pergi dari Daghestan dan hal ini seperti sekarang banyak orang datang untuk melihat Mawlana Syaikh Nazim dan mereka biasanya datang mengunjungi Grandsyaikh 50 tahun yang lalu. Dan pada masa itu banyak dari mereka datang untuk melihat Mawlana Syaikh Nazim. Dan aku tidak pernah mendengar beliau berkata, "Aku khalifah dari Grandsyaikh" atau "Aku deputi dari Grandsyaikh." Aku tidak pernah mendengarnya.
Dan sampai pada tahun 1973 saat beliau menuliskan surat wasiat,bahkan tidak saat menaruhnya dalam surat wasiat. Grandsyaikh mangkat dan beliau menaruhnya dalam surat wasiat dan bahkan setelah dia menjenguk Grandsyaikh di rumah sakit dan Mawlana Syaikh pulang ke Siprus. Dan Grandsyaikh tidak pernah berkata, "Aku punya seorang khalifah." Beliau tidak pernah berkata, "Aku punya seorang wakil." Beliau biasanya berkata, "Aku punya 2 orang murid, Nazim Effendi dan Husayn Effendi."
Artinya Mawlana Syaikh Husayn dan Mawlana Syaikh Nazim. Inilah bagaimana beliau biasa memanggil keduanya. Beliau tidak pernah berkata, "Aku punya khalifah, aku punya 2 orang deputi." Tidak pernah.
Beliau hanya berkata, "Aku punya 2 orang murid" seperti yang kami jelaskian mengenai Mursyid at-tarbiyya. Dan aku tidak pernah mendengar Mawlana Syaikh Nazim berkata, "Aku khalifah atau wakil" meskipun dia biasanya bepergian ke seluruh dunia dan membawa banyak orang ke Grandsyaikh. Dan dia tidak pernah berkata, "Aku khalifah."
Hanya pada tahun 1973 ketika Grandsyaikh menulis surat wasiatnya satu minggu sebelum beliau mangkat, sampai penyakit yang merenggut nyawa saat Grandsyaikh menuliskan surat wasiatnya, ketika beliau menulis bahwa "Apapun yang sang Nabi (saw) kenakan kepadaku, aku kenakan kepadanya. Aku telah mengenakan dia sebagai mursyid at-tabarruk; Aku telah mengenakan dia sebagai mursyid at-tazkiyya; Aku telah mengenakan dia sebagai mursyid at-tasfiyya; Aku telah mengenakan dia sebagai mursyid at- tarbiyya. Aku menaikkannya ke tingkat Sultan dalam thariqah sufi Naqsybandi."
Pada saat beliau menyebutkan itu -satu minggu sebelum beliau meninggalkan dunya. Dan beliau menyebutkan 2 orang untuk membantu Mawlana Syaikh Nazim pada saat itu.
Jadi, kami tidak ingin jatuh dalam perangkap kesombongan atau perangkap setan, yang berkata kepada Adam, "Makanlah dari pohon itu dan kau akan hidup abadi."
Allah swt memberitahukan Adam:
وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلاَ مِنْهَا رَغَداً حَيْثُ شِئْتُمَا وَلاَ تَقْرَبَا هَـذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الْظَّالِمِينَ (2:35)
Wa qulnaa ya aadamus kun anta wa zaujukal jannata wa kulaa minhaa raghadan haitsu syi'tumaa wa laa taqrabaa haadzihisy syajarata fa takuunaa minazh zhaalimiin
Dan Kami berfirman: "Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim. [Al Baqarah (2):35]
فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ وَقُلْنَا اهْبِطُواْ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ (2:36)
Fa azallahumasy syaitaanu 'anhaa fa akhrajahumaa mim maa kana fiihi wa qulnah bithuu ba'dhukum li ba'dhin 'aduwwuw wa lakum fil ardhi mustaqarruw wa mataa'un ilaa hiin.
Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan". [Al Baqarah (2):36]
laa taqrabaa haadzihisy syajarata fa takuunaa minazh zhaalimiin… azallahumasy syaitaanu dan Setan datang membisikkan kepada mereka, kau akan mempunyai Jannat al-khuld, hidup abadi jadi makanlah. Dan mereka pun memakan buah itu.
Jadi masalahnya adalah jangan sombong, itu adalah jenis penyakit dalam hatimu sehingga orang-orang akan menunjuk padamu, "Oh aku deputi; aku wakil. Aku khalifah." Deputy apa? Ada deputi yang sesungguhnya dan ada deputi yang palsu. Ada mursyid at-tabarruk yang sesungguhnya dan ada yang palsu. Ada Sultan al-Awliya - yang sesungguhnya dan ada Sultan al-Awliya yang palsu. Seperti banyak murid lain yang mengatakan tentang syuyukh mereka adalah Sultan al-Awliya. Mereka palsu, kau tidak tahu apa yang orang itu katakan, apa yang orang mungkin katakan. Ada banyak cabang dalam
thariqat itu. Minggu depan aku akan menghadiri sebuah perayaan Mawlid di Los Angeles. Jika kau baca nama-namanya, ambil kertas di tembok sebelah sana, jika kau baca nama-nama yang tercantum, kau akan terkejut. Aku akan memperlihatkan kepadamu: itu palsu. Kau harus tahu ini palsu. Siapakah yang memberi gelar kepada mereka?
Dengar aku akan membacakan kepada kalian gelar-gelar ini: Eid Milad an-Nabi (saw) hari minggu tanggal 20 April 2008…Anaheim plaza hotel, Anaheim di California bagian selatan. Masyaikh dan Ulama al-kiraam. Mereka menuliskan namaku: Syaikh Hisham Kabbani Naqsybandi. Ok. Yang lain mereka tuliskan 'Allaama Mufti Pir X dan aku tidak akan menyebutkan namanya dengan 4 kata. Dan selanjutnya 'Allaama Mawlana Muhammad x; yang lain lagi 'Allaama Mawlana pir XX dan selanjutnya Mawlana 'Allaama Mohammad x al-Hasani al-Husayni al-Qadiri.
Semua orang menjadi 'allama. Kau tahu apa arti dari 'Allaama dalam bahasa Arab, artinya sebuah ensiklopedia. 'Allaama berarti tingkat tertinggi dari ulama. Mereka itu sangatlah langka dan kau dapat menghitung jumlah mereka dalam dunia Muslim. Itulah 'Allaama. Kini semua menjadi 'Allaama. 'Allama adalah seseorang yang memegang seluruh pengetahuan Islami. 'Allaama berada diatas mufti. Keempat imam adalah 'Allaama.
Jadi ini yang benar atau salah. Biarkan kita mengambil keyakinan yang benar bahwa itu benar adanya. Kemudian kami menjadi murid, menjadi pendengar disana.
Tapi itu akan menjadi berbahaya. Apakah kita menunjuk pada kita, siapakah mereka, kita tidak tahu mana yang palsu dan mana yang benar. Jadi bagaimanakah kita mengetahui seseorang itu palsu. Dari ajaran-ajaran Mawlana Syaikh dan Grandsyaikh.
Mari kita ambil satu contoh:
An yakuuna mahfuudhan bi hablin manawiyan min mursyidih al-murabbiy min Rasulullah, shall-Allahu `alayhi wa sallam.
Mursyid at-tabarruk harus menjadi dilindungi oleh sang mursyid, siapakah sang mursyid at-tarbiyya, pembimbing sejati, mursyid pendidikan yang harus memonitor pembimbing itu dan dia harus berhubungan dengan sebuah tali pusar spiritual dengan gurunya yang terhubung ke sang Nabi (sa) sehingga dia tidak pernah jatuh dalam penyimpangan atau jenis dosa apapun.
Ini yang pertama.
Kedua, wa an yakuunu fiihii min murabih li-rasulillah shall-Allahu `alayhi wa sallam silsila manawiyyan li jazb il-muridiin.
Dia harus mempunyai sebuah hubungan yang sesungguhnya dengan mursyid-nya, sebuah koneksi rantai spiritual yang bekerja seperti sebuah lampu sorot untuk jazbah, penarik yang akan menarik muridiin tanpa bicara, orang-orang datang dan mereka duduk bersamanya lalu berkata, "Aku ingin di bay'at, aku butuh ini, aku butuh itu. Pelajarilah aku, aku punya masalah ini." Dan dia harus sudah dinaikkan sebelumnya, yang kita bicarakan adalah tingkat pertama, at-tabarruk. Jadi dia sudah siap menjadi seorang mursyid.
Apa menurutmu tentang mereka yang masih menjadi murid, yang menjadi wakil untuk melaksanakan zikir dan mereka tidak pernah mencapai kemajuan jenis ini. Dan dia mampu untuk mengangkatnya ke tingkat yang lebih tinggi dan maqaam at-tazkiyya dan maqaam at-tasfiyya.
Wa an yudawim fii 24 sa'atin ala 24.000 zikir.
Dan dia wajib melakukan 24.000 dzikrullah dalam satu hari dan 5.000 shalawat atas sang Nabi (saw).
Dan bukan hanya itu, kau harus melakukan zikir 24.000 hingga 72.000 kali. Yang terendah adalah 24.000. Dan kau bisa terus hingga 72.000. Kau harus membaca 5.000 shalawat, tidak boleh kurang.
Dan kemudian kau harus melakukan, sebelum 100, kau harus membaca satu juz Qur'an,
satu juz Dala'il al-Khayraat,
1.000 Surat al-Ikhlas,
1.000 la ilaha ill-Allah,
dan kemudian kau harus membaca 500 Ya Shamad untuk membunuh ego yang kau miliki,
500 astaghfirullah untuk semua dosa yang kau lakukan sejak Allah swt menciptakanmu sampai hari ini,
500 astaghfirullah… hingga kau meninggal.
Dan 500 Alhamdulllah karena Allah swt sudah menciptakanmu sebagai Ummat Rasulullah, kau harus membaca 500 alhamdulillah karena tidak diciptakan sebagai umam yang lain.
Kemudian Subhaanallah wa bihamdihi subhaanallah il-'azhiim, astaghfirullah 100 kali,
Kemudian 100 kali astaghfirullah al-'azhiim wa atuubuu ilayh,
Kemudian 100 kali subuuhun qudduusun rabbunaa wa rabb ul-malaaikati war-ruh;
Dan kemudian 100 kali dzaalika taqdiirul-'aziiz il-'aliim.
Kemudian 100 kali Anta rabbuna al-qadir wa nahnu 'ibaadika al-`ajiziin,
Kemudian 100 kali tawakaltu 'ala Allah,
Kemudian 100 kali syukran lillahi,
Kemudian 100 kali Alhamdulillah,
Kemudian 100 kali Subhanallah,
La hawla wa la quwatta illa billah, 100 kali
ni`mal mawlaa wa ni'man nasiir 100 kali.
Daftar itu akan lebih dan lebih panjang. Itulah mursyid. Itulah yang asli bukan yang palsu. Memalsukan nama tidak apa-apa, jadi apa yang terjadi. Dia masih menyebarkan kata-kata kepada orang-orang sehingga dia masih akan memperoleh berkah … bahkan yang palsu, sebuah gelar palsu yang kau berikan kepada seseorang dan dia melihat, menyukainya dan berkata, "Oh itulah mursyid saya" masih ada berkah karena dia masih berusaha menjadikan dirinya sendiri lebih baik dan berusah untuk membimbing orang lain.
Tetapi kau tidak bisa mendapatkan pencerahan itu dari Syaikhmu dan dari sang Nabi (saw) ke Syaikhmu. Itu tidak akan dibukakan.
Dan aku tidak melanjutkan ke mursyid at-tazkiyya. Ketika kita lanjutkan ke tingkat itu kemudian kau melihat semua hal ini terbuka, dan kau akan melihat bagaimana transisi terjadi antara tingkat ini dan tingkat lainnya. Lalu kau bisa memahami bagaimana besarnya dan betapa sulitnya itu.
Lalu beliau berkata: "Dia akan membawa 17 tingkat spiritualitas berbeda yang bersama -sama dengan maqamnya. Sehingga dia mampu untuk memperlihatkan bahwa pada tingkat pertama ada 17 macam keajaiban berbeda, apa sebutan kita untuk awliya karamaat; untuk anbiya ini adalah mu`jizaat. Untuk mursyid at-tarbiyya dia memperlihatkan sesuatu luar biasa yang tidak bisa diperlihatkan oleh yang lain. Seseorang datang bersamanya sakit dan disembuhkan, seseorang yang mempunyai masalah datang dan masalahnya terpecahkan. Semua hal yang berhubungan dengan manfaat para pengikutnya dan manfaat bagi para muridnya akan dibukakan.
Dan Grandsyaikh berkata, "Aku tidak ingin menyebutkan tingkat-tingkat ini ke para hadirin umum karena mungkin mereka mendengarnya dan tidak mempercayainya atau menerimanya karena hal itu akan sangat berlebihan untuk mereka."
Jadi, itulah kenapa hari ini ketika kami katakan saat ini orang-orang dengan ideologi tertentu tidak mempunyai kepercayaan dan menyangkal karamaat al-awliyaullah dan kini banyak dari mereka yang tidak pernah belajar tentang tasawwuf dan tidak pernah mengikuti seorang wali dan tidak pernah mengikuti seorang mursyid.
Jadi… dan beliau berkata, "Dengan cara ini mereka tidak bisa menerima dan menyangkalnya serta dengan menyangkal mereka akan dihukum. Jatuh dalam hukuman. Jadi, kami tidak ingin membuka itu dan hal itu hanya untuk lingkungan orang sangat dekat yang dipercaya sehingga kami dapat membukanya kepada mereka. Selain dari mereka, kami tidak bisa membukanya, dan itulah mursyid at-tabarruk harus menjaga dan menyelubunginya serta tidak memperlihatkan kepada dirinya sendiri. Itu bisa saja muncul pada wali. Jadi, dia harus menjaga, menutupi, dan tidak memperlihatkannya sehingga tidak ada perbedaan dia dengan yang lainnya.
Dan beliau berkata, karena bahkan mursyid at-tabarruk, dia tidak meraih tingkat ketika ibunya menyusui dan berhenti menyusui, sang anak akan menjadi, ?infatmin al-rida. Disapih. Jadi dia berkata, "Tidak ada ijin bagi maqam pertama mursyid untuk memperlihatkan tingkat-tingkat yang luar biasa ini sampai dia disapih oleh gurunya yang merupakan mursyid at-tarbiyya. Sampai waktunya disapih, dia tidak memiliki ijin untuk memperlihatkan, menggunakannya karena dia tidak akan sanggup mengendalikan diri dan kemudian itu bagaikan melempar berlian-berlian kepada orang bodoh. Kau melempar batu kerikil diantara orang bodoh, tidak ada nilainya bagi mereka. Jadi sang mursyid at-tabarruk masih belum disapih oleh mursyid at-tarbiyya, mursyid pendidikan. Jadi, sang mursyid at-tabarruk tidak disapih sehingga dia tidak memperlihatkan keajaiban-keajaiban yang terjadi didepan mukanya."
"Dan dia tidak diinginkan sampai dia melangkah pertama kali dengan kakinya sendiri, kau tahu anak kecil berusaha berjalan dan jatuh. Mengapa, karena dia masih begitu muda dan masih belum bisa menyeimbangkan diri. Dia masih merangkak. Sang mursyid at-tabarruk masih merangkak sampai dia mampu berdiri diatas kakinya sendiri dimaqam tazkiyyat, maqam pemurnian dan penyucian dan pada tingkat itu dia akan disapih lalu ke-17 tingkat ini akan dibukakan kepadanya. Dia dapat membedakan para hadirin yang bisa menerima atau tidak. Dia harus melihat ke dalam hati mereka. Dia tidak bisa melihat hati mereka sampai dia mencapai tingkat pemurnian dan penyucian dan lalu dia bisa mengecek para hadirin dan melihat jika mereka bisa menerima, maka dia akan memberikannya. Jika dia melihat orang-orang ini bisa menerima maka dia akan mengatakannya, jika tidak dia akan bicara dalam tingkat umum."
Semoga Allah swt memberi kita pembimbing-pembimbing dari tingkat ini dan menaruh kita disana dan kita harus selalu berkata selalu mengejar untuk didandani dengan ajaran dari tingkatan ini dan pencerahan dan kami katakan kami tidak naik ditingkat itu dan kami meminta kalau saja Mawlana Syaikh akan melihat kita dengan mata kasih sayang dan mendandani kita dengan itu, insya-Allah. Wa min allah at-tawfiq, bi-hurmatil Fatiha.
Untuk Syaikh Isma'il ash-Shirwani, saat dia dipanggil, Syaikh Isma'il an-Naraani. Mereka tadinya adalah 2 orang murid besar dari Syaikh Khalid meskipun beliau memberikan ijin kepada 299 orang pada zamannya di Syam dan wilayah-wilayah lain, beliau mempunyai banyak khalifah. Namun rahasia utama ditujukan kepada 2 orang tersebut. Isma`il an-Naraani bertanggung jawab untuk wilayah Timur Tengah dan Isma`il ash-Shirwani bertanggung jawab untuk Daghestan dan asia tengah dan seluruh wilayah itu.
Jadi, suatu waktu beliau mengutus Isma`il ash-Shirwani pulang dan Syaikh Khalid berang kepadanya dan berkata, "Kau sudah melakukan sesuatu yang salah."
Dia menjawab, "Tidak, aku tidak melakukan kesalahan."
Syaikh Khalid berkata, "Ya, kau sudah melakukan kesalahan. Saat kau berseru kepada orang-orang untuk melakukan muraqabah [muraqabah sangat penting dalam thariqah] dan kau tidak mengatakan kepada mereka untuk melakukan muraqabah kepadaku. Kau membiarkan mereka melakukan muraqabah kepadamu. Idu`hum li-aba'ihim - Serukan mereka kepada ayah mereka, itu lebih tulus. Allah swt akan menerima. Anak-anak selalu membawa nama bapaknya. Bahkan istri membawa nama suami. Akulah sang bapak, Khalid al-Baghdadi. Bukan kamu. Kau tidak boleh memanggil mereka untukmu, kau harus mencerahkan mereka bahwa muraqabah iadalah untuk sultan, bukan untuk penjaga pintu. Kau penjaga pintuku, kau dan Isma`il an-Naraani. Jadi, jika kau bukan penjaga pintu. Pulanglah dan aku tidak ingin melihatmu lagi jika kau tidak memperbaikinya. Jadi dia pulang dan satu tahun kemudian Syaikh Khalid mau menerimanya lagi.
Jadi itu adalah sebuah bahaya besar. Ada orang-orang yang melakukan muraqabah kepada orang-orang yang mereka sebut sebagai Syaikh mereka. Dia mengambil bay'at bersamamu. Mereka tidak melakukan muraqabah kepada sang Syaikh, Syaikh Nazim. Jadi apa yang terjadi? Mereka memanggilmu syaikh.Aku banyak melihat ini. Mereka mulai berseru kalau mereka sudah mengambil bay'at dengan X atau dengan Y. Tidak. Kau tidak diterima bay'at dengan X atau dengan Y. Mereka memberimu bay'at atas nama Syaikh Nazim. Kau menerima bay'at bersama Syaikh Nazim melalui orang ini. Itulah posisimu. Kau dihormati sebagai murid senior, bukan sebagai wakil. Murid senior.
Mungkin orang tersebut datang dihari pertama dan menjadi lebih tinggi dari murid senior. Kau tidak tahu bagaimana Karunia Allah swt akan bekerja. Bagaimana rahmat Allah swt bekerja. Jadi, itulah kenapa beliau mengirim pulang Isma'il ash-Shirwani untuk mengatakan kepada murid-muridnya, "Jangan dihubungkan kepadaku tapi kepada syaikh." Jika dihubungkan melalui kamu maka hubungan terputus. Jika dihubungkan kepadaku melalui kamu, aku tidak menerimanya untuk muraqabah.
Jadi, itulah mengapa aku terus memberitahu banyak orang, "Lakukan muraqabah kepada Mawlana Syaikh Nazim." Siapapun yang berada di tingkat tinggi saat di hadapan Syaikh Nazim, kau menggunakannya untuk mengambil bay'at kepada Mawlana Syaikh Nazim, tetap saja muraqabah kepada Mawlana Syaikh. Bahkan jika tingkatnya sangat tinggi masih muraqabah kepada Mawlana Syaikh Nazim. Itulah kesalahan yang dilakukan oleh Isma'il ash-Shirwani. Dan itulah kesalahan yang tidak dilakukan oleh Isma'il an-Naraani. Itulah kenapa ada 2. Hal itu pergi ke 2 sisi. Jadi itulah mengapa hal itu membuatnya semakin kuat.
Khas Muhammad mengambil rantai bersama Isma'il an-Naraani dan dia duduk bersama Sayyidina Isma'il ash-Shirwani.
Khas Muhammad mengambil dari keduanya, dari Isma'il ash-Shirwani dan Isma'il an-Naraani, sehingga semakin kuat, seperti Ja'far as-Saadiq yang mengambil dari 2 sisi, yaitu dari Sayyidina Abu Bakr dan Sayyidina 'Ali, met then dan Naqsybandi datang dari sana, dari Sayyidina Ja'far as-Saadiq, oleh karenanya semakin kuat. Dan kemudian mencapai ke Syaikh Abdullah ad-Daghestani dan kemudian ke Mawlana Syaikh Nazim.
Semoga Allah merahmati kita dan menjaga kita tetap berada dibawah berkah Mawlana Syaikh Nazim.
Inilah mursyid at-tabarruk dan insya-Allah besok kita bicara mengenai mursyid at-tazkiyya.
Makan! Makanan adalah barakah. Kau harusnya melihat berapa banyak Grandsyaikh dan Mawlana Syaikh menyuapi kami. Mereka memenuhi makananmu lalu mengisinya lagi.. dan lagi. Dan lagi. Lalu sampai kamu tidak bisa memakannya sama sekali.
Mengapa? Ini karena makanan adalah dawa`, obat bagi penyakit dan ?? dan Grandsyaikh biasanya berkata obat terbaik bagi penyakit adalah berkunjung ke rumah seorang yang dermawan, dorong pintu rumahnya dan masuk ke dalam. Kemudian buka lemari makan dan ambil makanan apapun yang kau mau.
===
Apakah rahasia dari turban biru?
Ini turban para malaikat. Jadi, jika dia malaikat biarkan dia memakai turban berwarna biru.
Setiap Nabi mempunyai mukjizat.
Q: Apakah ada Nabi yang memiliki musik sebagai sebuah mukjizat.
Sumber :
milis muhibbun_naqsybandi@yahoogroups.com
posted by Sri Rahayu Handayani