iTingkat 1: Pembimbing Spiritual dalam Bersyukur atas Berkah-berkah
[1st Level: The Spiritual Guide of Benediction (Blessings)]
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani
Suhbat Tanggal 7 April 2008
Zawiyah Oakland
Allahuma shalli `ala Sayyidina Muhammad wa ala `Ali Sayyidina Muhammad
A`udzu billahi min asy-syaitaan ir-rajiim
Bismillahir-Rahmanir-Rahiim
Nawaytu'l-arba`iin, nawaytu'l-`itikaaf, nawaytu'l-khalwah, nawaytu'l-riyaada, nawaytu's-suluuk, nawaytu'l-`uzlah lillahi ta`ala fii hadzal-masjid
Ati` Allah wa ati` ar-rasula wa uli 'l-amri minkum,
Kini banyak orang berkata bahwa aku mempunyai seorang mursyid. Benar atau tidak? Aku punya seorang mursyid, aku punya seorang guru; aku punya seseorang yang membimbing dan mengajarku dan itulah mengapa mereka dikenal sebagai bagian dari pir. Seorang pir adalah seorang mursyid, bukan? Dan banyak pir yang bahkan masih anak-anak. Mereka menjadi pir karena orang tua mereka adalah pir. Atau orang tua mereka memberi nama pir. Atau mereka menjadi pir karena punya gelar PhD dan mereka sedikit belajar mengenai spiritualitas atau psikologi, mereka mencampur adukkannya dan orang-orang mulai tertarik karena orang-orang ini tidak mendengarkan orang lain kecuali mereka. Ketika kau tidak mendengarkan orang lain kecuali satu orang ini, maka kau berpikir kalau pengetahuannya tinggi namun saat kau bandingkan dan mendengarkan orang lain, kau bandingkan dan menemukan bahwa orang lain mungkin mempunyai pengetahuan yang lebih baik. Karena Allah swt berfirman wa fawqa kulli dhi `ilmin 'aliim.
Aku tidak membicarakan subyek ini untuk mempermalukan siapapun namun aku berusaha untuk memancarkan cahaya pada apakah seorang
mursyid itu. Apakah kualifikasi-kualifikasi mursyid? Berdasarkan awliyaullah yang sudah pernah berada di akang tersebut dan tahu rahasia-rahasianya serta tahu apa yang masuk dan keluar dan mereka tahu tiap detil karena mengalami pengalaman-pengalaman dalam hidup mereka. Penjelasan-penjelasan ini diriwayatkan kepada Mawlana Syaikh dan Grandsyaikh dan grand Grandsyaikh Syaikh Syarafuddin, penjelasan-penjelasan mereka mengenai tingkat-tingkat berbeda dari mursyid.
Seperti pernah aku katakan, hari ini kau temukan sebuah wilayah atau tempat di barat atau ditimur, banyak orang berkata, kau melihat mereka, mereka berkata kami punya seorang mursyid. Dan dari nama itu mereka menyebutkan cukup untuk memahami jika orang tersebut adalah seorang mursyid sejati atau bukan. Mungkin saja dia seorang mursyid dari apa yang telah dia pelajari dengan membaca beberapa buku tentang spiritualitas atau psikologi.
Namun kini kita membahas tentang makna sesungguhnya dari mursyid. Sebagaimana telah disusun bahwa ada 4 tingkat berbeda dari irsyad dan pada tiap tingkat ada pir-pir. Dan dari satu tingkat ke tingkat lain pengetahuan pir-pir ini berubah. Untuk itu mari kita bahas tingkat pertama dan dia ada ditingkat dari langkah pertama atau maqam pertama dari pembimbingan seorang mursyid, yang merupakan makna sesungguhnya pembimbing, seperti yang sudah kami jelaskan disatu waktu mengenai makna bimbingan. Bimbingan artinya kau mampu mengambil orang ini dari tepi pantai ini ke tepi pantai lain tanpa menenggelamkan orang tersebut. Seorang pembimbing ialah jika kau sudah menerima seorang sebagai murid untuk kau bimbing, kau mempunyai sebuah pertanggung jawaban di hadapan Allah swt jika kau menyesatkan murid itu dengan berbohong, tidak boleh atau jika kau memberi ajaran-ajaran yang bukan darimu tapi kau menggabungkan berbagai hal dan kau mengatakan si murid untuk melakukannya dan kau tidak melakukan apa yang kau perintahkan.
Jadi bimbingan mursyid adalah seorang yang benar-benar mengambilmu yang jatuh ke dalam jurang dan dia berada di puncak gunung dan dia membentangkan tanganya dan bahkan jika kau berjarak 100 mil atau meter atau 100 yard jauhnya, dia membentangkan tangannya dan tangan itu dapat menggapaimu. Itulah seorang mursyid. Artinya dia bisa menjangkaumu dari berbagai kesulitan.
Mursyid-mursyid ini mempunyai tingkatan berbeda-beda.
Tingkat pertama adalah mursyid bersyukur atau mursyid berkah– mursyid at-tabarruk, dia yang telah didandani Allah swt dengan sebuah berkah spesial sehingga kau dapat memperoleh berkah-berkah. Duduk bersama dalam pertemuan-pertemuan (sohbet)nya, kau akan merasa ketentraman dan kedamaian yang datang ke hatimu dan kau merasa menjadi cahaya karena kekuatannya.
Jenis mursyid ini, sebagaimana dia katakan, yajib an yakuunu lahu malakatun fii 'ilm tasbiihaat al-makhluuqaat.
Tingkat pertama, yaitu tingkat tabarruk, berkah-berkah, satu dari kondisi-kondisi adalah pembimbing itu sudah meraih maqam pemahaman hikmah dari tiap ciptaan yang telah Allah swt ciptakan, jenis apapun tasbih yang menciptakan makhluk, al-makhluuqaat, makhluk-makhluk yang diciptakan, makhluk atau jin, atau binatang atau bebatuan atau pepohonan atau apapun, mereka ber-tasbih.
Allah swt berfirman dalam Kitab Suci Qur'an,
تُسَبِّحُلَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلاَّيُسَبِّحُ بِحَمْدَهِ وَلَـكِن لاَّ تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا
Tusabbihu lahus samaawaatus sab'u wal-ardhu wa man fiihinna wa im min syai-in illaa yusabbihu bi-hamdihi wa laakin laa tafqahuuna tasbiihahum innahuu kaana haliiman ghafuuraa.
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. [Al-Israa' (17:44)]
Dia berfirman, "Segala sesuatu, tiap hal terkecil, bahkan sebuah atom atau sebuah sel, atau seekor cacing atau sebuah pohon, atau sebongkah batu atau semuanya, mereka memuji Allah swt dan mereka ber-tasbih dan tasbih mereka adalah satu jenis, sebanyak kau melakukan tasbih, tasbih adalah rahasia hidup. Saat tasbih berhenti, kehidupan berhenti. Saat tasbih berhenti, hatimu akan menjadi nol. Selama kau melihat grafik ini, grafik parabola ini, mereka punya nama, gelombang-gelombang sin, gelombang-gelombang elektromagnetik, ketika kau melihat gelombang-gelombang ini, inilah gelombang-gelombang
tasbih, yang mempunyai sebuah getaran tertentu yang menyebabkan mereka bergerak. Artinya mereka mempunyai susunan tertentu. Jika kau mengubah susunan organ itu, artinya ada sesuatu yang salah disana.
Jadi tiap bagian tubuhmu menciptakan sejenis gelombang yang dapat dibaca oleh ilmuwan. Bahkan tiap selnya. Ketika sel itu tidak hidup, kau tidak melihat frekuensinya. Jadi, segala sesuatu yang dihasilkan gelombang-gelombang elektromagnetik mengindikasikan bahwa organ itu hidup dan ber-tasbih. Mursyid harus paham tasbih dari tiap manusia dan bukan manusia dalam setiap saat. Al-makhluqat jami`yyan natiqan wa ghayru natiqan. Dia harus memahami bahasa mereka, itulah tingkat pertama irsyad. Ketika seseorang mengatakan, "Aku punya seorang mursyid."
Apakah mursyid? Mursyid adalah sebuah tugas berat wali, orang yang shaleh. Seseorang yang melampaui pendeskripsian. Itulah mengapa awliyaullah bersembunyi akhir-akhir ini, tidak mungkin mereka muncul kepada orang-orang jika tidak seorangpun dapat mengikuti mereka. Mereka dapat membaca hatimu ketika kau duduk dihadapan mereka. Bagaimana kau duduk dihadapannya dengan sebuah hati kotor. Bagaimana kau duduk didepan mereka dengan gosip-gosip dan fitnah, mereka bisa melihat hal itu. Apakah kita tidak merasa malu?
Jadi, kau butuh duduk dihadapan mereka, artinya kau butuh untuk mengendalikan hatimu dari jatuh ke tangan-tangan setan pada saat itu.
Seperti kau pergi ke Mekkah, satu dosa dapat berlipat ganda, seperti shalat yang dilipat gandakan saat kau shalat di Ka'bah yaitu sebanding 100.000 raka'at dan saat shalat di Madinah sebanding 10.000 raka'at.
Di Madinah kau tidak boleh mempunyai niat-niat jelek. Itulah mengapa sangatlah berat duduk dalam Masjid sang Nabi (saw) dalam hadirat sang Nabi (saw) dan mempunyai niat-biat buruk atau memfitnah orang. Di tempat normal kami, jika kau mempunyai sebuah niat buruk tidak dituliskan sebagai sebuah dosa. Namun jika kau berada disana maka dituliskan sebagai sebuah dosa.
Jadi mursyid itu harus mempunyai sebuah malaka, bukan otoritas, atau ahli dalam pengetahuan paham akan tiap suara bagaimana suara datang dari vokal mana nada itu datang, itulah yang membuatmu sadar kalau mursyid tahu pengetahuan dari tiap huruf dan and 'ilm kull huruuf wa …
Mursyid harus tahu pengetahuan tiap huruf dari tasbihat yang dilakukan oleh tiap makhluk. Jadi, contohnya kita mendengar bahasa Inggris. Ucapkan 'a'.
Itu datang dari nada vokal, namun 'a' itu ketika diucapkan, berapa banyak getaran yang dibuatnya, terdapat sebuah rahasia dalam tiap getaran. Mursyid harus tahu tentang itu.
Mursyid harus tahu pengetahuan dari tiap bahasa. Dia butuh tahu apa yang orang bicarakan meskipun tidak tahu bahasa yang mereka gunakan. Itulah mengapa sang Nabi (saw) mendorong orang-orang untuk mempelajari bahasa bangsa lain agar mampu berkomunikasi. Jadi bagaimana bisa seorang mursyid berkomunikasi ketika dia tidak tahu bahasa murid-muridnya. Dan apa bahasa muridnya. Ini bukan bahasa Arab dan Urdu dan Inggris. Tidak tiap manusia mempunyai bahasa tersendiri. Ada sejumlah bahasa yang digunakan manusia yang sudah diciptakan. Bahasa yang satu berbeda dengan bahasa yang lain, semua orang mempunyai sistem syaraf berbeda, otak berbeda, sel-sel berbeda, organ-organ berbeda.
Itulah kenapa saat dalam pengobatan mereka ingin men-transplantasi hati atau ginjal atau organ lain, tubuh pasien menolaknya. Mengapa? Karena bahasanya berbeda.
Itulah mursyid at-tabarruk. Karena berkah yang akan mencapainya, sang mursyid harus memahami bahasa tubuh dan bahasa jiwa. Apa yang kau kerjakan dan pikirkan dan apa yang matamu lihat dalam satu hari, apakah yang kau lakukan dalam sehari, apakah yang jantungmu, hati dan tiap bagian dirimu lakukan dalam sehari. Bukan hanya harus tahu tiap detil dari bahasa binatang. Yang hidup dan yang tidak hidup. Seperti yang Grandsyaikh -semoga Allah merahmati jiwanya- katakan: "Dan dia harus memisahkan do'a semua orang dari yang lainnya dan dia dapat mendengarmu seperti dia mendengar yang orang lain dan tasbih-mu beda dengan tasbih yang lain."
Tubuhmu mungkin menciptakan beberapa jenis tasbih yang bisa berbeda dengan orang lain. Tiap orang harus menyesuaikan dirinya, tiap orang mempunyai tasbih yang sesuai dengan tubuhnya sendiri. Karena tasbih berbeda maka mursyid harus paham tiap tasbih.
Jadi, apa menurutmu tingkatan mursyid. Kini kita dengar, aku punya today, I mursyid ini dan aku punya mursyid itu. Jadi, kini kau bisa menilai, siapakah seorang mursyid dan siapakah yang bukan mursyid. Dimana kau dapat menemukan seorang mursyid? Mereka permata-permata yang langka. Alhamdulillah Allah swt sudah menghubungkan kita kepada Sultan al-Awliya Mawlana Syaikh Nazim yang membawa kekuatan itu.
Jadi, puji-pujian ini adalah pujian yang diucapkan oleh kaum beriman atau dari kaum kafir. Karena wa in min shayin illa…
Bahkan bila mereka tidak memuji dengan lidah, namun sistem dan tubuh mereka memuji Allah swt. Ini tidak berarti mereka tidak memuji namun mereka memuji tanpa diketahui oleh dirinya. Faktanya, mereka menentang keinginannya untuk memuji Allah swt. Dia bukanlah seorang beriman dan tidak ingin melakukan puji-pujian itu tetapi tubuhnya harus memuji Allah swt. Jika sebuah kerikil memuji Allah swt, bagaiman dengan manusia? Itulah kenapa dia berkata kepadamu bahwa kau tidak bisa mengerti puji-pujian mereka.
Setidaknya orang beriman saat memuji menggunakan mulut, suaranya dapat kau dengar dan pahami. Kau katakan orang ini memuji dengan lidah dan kami dapat mendengarnya. Itulah yang tidak dilakukan oleh orang kafir
Mursyid harus sanggup mendengar dan mengerti pujian kaum beriman dan kaum kafir.
Dan saat ini Allah swt mengirimkan rahmat-Nya pada semua orang dan persediaan bagi semua orang. Seorang wali mewakili sang Nabi (saw), dia harus tahu apa yang dilakukan manusia dan harus tahu apa yang mereka praktekkan, jika mereka mu'min atau bukan mu'min dia harus tahu.
Dan dia harus tahu juga memandang semua orang melalui haqiqat yang
sudah Allah swt berikan kepadanya, bukan melalui imajinasi-imajinasi. Kini, banyak syaikh yang berkata kalau mereka syaikh atau berkata kalau mereka mursyid namun semua yang mereka katakan adalah imajinasi. Mereka berkata melihat tapi apa yang mereka lakukan adalah imajinasi. Seperti orang-orang yang melakukan sihir ilmu hitam. Mereka memperlihatkannya di TV, melakukan sesuatu yang tidak bisa oleh kebanyakkan orang. Allah swt menyebutkannya dalam Kitab Suci Qur'an sahara `ayuun an-naas. Mereka menaruh sihir ilmu hitam dimata orang-orang karena mereka ingin memelintir penglihatanmu, kini banyak sekali yang seperti ini dan orang-orang berpikir mereka adalah khalifah atau mursyid, namun kenyataannya ini merupakan produk dari imajinasi mereka dan itulah mengapa mereka menyesatkan murid mereka.
Disini beliau -Grandsyaikh- berkata bahwa mursyid yang berada di tingkat 1 irsyad harus mengamati para pengikutnya denga haqiqat kekuatan kenabian yang sang Nabi (saw) akan kenakan pada dirinya dan memberikan sedikit cahaya tersebut, itu yang sang Nabi (saw) akan kenakan dengan sedikit dari cahaya tersebut, itu dari sang Nabi (saw). Dia akan mampun melihat semua orang dan mengamati haqiqat dari orang tersebut. Dia tidak melihat padamu sekarang namun dia melihatmu pada penciptaanmu. Artinya Allah swt sudah menciptakanmu bersih dan suci. Mursyid itu melihat ke itu dan memperhatikan bahwa semua orang dimuka bumi telah diciptakan bersama haqiqat seorang penyembah sejatu namun saat datang ke dunya dia berubah. Jadi, apa yang mereka lakukan adalah berusaha membawamu kembali ke haqiqat sejatimu. Jadi itulah mengapa mereka muncul dalam mimpi-mimpi kepada para pengikutnya. Bahkan mereka muncul kepada orang-orang yang tidak pernah ditemui sebelumnya atau menjadi murid-murid mereka. Jadi, Allah swt ingin membawa mereka kembali ke jalan istiqamah dan mengirimkan kekuatan kepada mereka untuk meraih orang-orang melalui mimpi dan membimbingnya. Dan banyak orang yang sudah dibimbing dalam mimpi.
Dia berkata, seperti itulah seorang mursyid, bukan dengan cara imajinasi, khayaal. Tidak ada ilusi atau imajinasi, mereka melihat yang sesungguhnya (haqiqat). Itulah mengapa kini kau melihat banyak hal dengan ilusi dan imajinasi. Kau dapat melihat dari tingkah laku mereka dalam urusan dunya yang banyak mempengaruhi mereka. Mereka tidak benar-benar berada ditingkat irsyad, mereka masih belum sampai ke sana.
Dan mereka harus melihat, atau memperhatikanmu bi kull anwa` anni`m. Mereka memperhatikanmu dengan semua pertolongan yang Allah swt kirimkan kepadamu melalui rahmat Allah swt dan melalui apa yang sang Nabi (saw) bukakan kepada mereka, semua jenis pertolongan.
Dan itulah mengapa kini kau melihat kaum beriman dan kafir berada dijalur yang sama dari rizqi. Jika Allah swt tidak suka dengan kaum kafir makan tidak pernah akan ada rizqi yang datang, namun lihatlah mereka, mereka lebih kaya daripada kaum beriman. Mereka mempunyai banyak uang dan banyak harta kekayaan. Allah swt tidak membeda-bedakan.
Allah swt berfirman
وَقُلِاعْمَلُواْ فَسَيَرَى اللّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَوَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَاكُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Wa qulii maluu fa-sayara Allahu `amalakum wa rasuuluhuu wal mu'minuuna wa sa turadduuna ilaa 'aalimil ghaibi wasy-syahaadati fa yunabbi-ukum bi maa kuntum ta'maluun
Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan". [At- Taubah (9:105)].
Mereka bekerja untuk dunya sehingga Allah swt memberi mereka untuk dunya, kau mencari Akhirat dan kau menerima untuk Akhirat dari Allah swt.
Jadi mursyid-mursyid awliya melihat pada mereka dengan mata itu yang tidak ada perbedaannya berusaha membebaskan dari tangan-tangan setan dan membawa ke tangan-tangan Rahman. Itulah mengapa mereka berusaha membimbing orang dengan jenis bimbingan ini dari tingkat pertama irsyad, mereka harus memperlihatkan kepada para muridnya mana yang benar dan mana yang salah, apa yang salah dan apa yang benar. Jika seorang syaikh tidak mendorong untuk melakukan apa yang benar dan menghindari yang salah, maka irsyad itu bukanlah irsyad yang sesungguhnya.
Saat ini kau lihat mursyid ini, banyak dari mereka mempertimbangkannya sebagai mursyid, bahkan mereka tidak shalat. Tingkat pertama irsyad adalah sang mursyid harus mengajarkan apa yang haram dan apa yang halal, ma'muurat dan manhiyyaat. Apa yang diwajibkan kepada kita untuk dilakukan apa yang dilarang. Mereka harus menjelaskan dan memperlihatkannya. Kini, tidak seorangpun menjelaskan hal itu.
Dari hal yang terkecil. Apakah orang-orang shalat Fajr? Banyak orang yang tidak melakukan shalat Fajr. Artinya kekuatan pembimbing harus mencapaimu untuk mendorong melaksanakan shalat Fajr. Banyak orang berkata, "Kami tidak bisa shalat Zuhur, kami tidak bisa shalat Ashar, kami sedang bekerja." Tidak. Itu sebuah kewajiban. Seperti kau bekerja, bekerja adalah kewajiban.
Mana yang datang lebih dulu, bekerja dan kewajiban kepada bosmu atau kewajiban kepada Allah swt. Kami membuat sebuah pengecualian. Bagaimana kita membuat pengecualian jika sang mursyid tidak melontarkannya, lalu dia bukanlah seorang mursyid. Dia telah meletakkan punggungmu ke jalan kereta-api. Keretanya keluar dari jalur. Sang wali harus mengembalikanmu lagi. Jadi oke, kau tidak melakukan shalat Zuhur dan Ashar karena sedang bekerja. Tapi kau bisa shalat dengan duduk. Kau bisa shalat dengan menggerakkan kepalamu. Bismillah Allahu Akbar, ucapkan Fatiha, letakkan tanganmu seperti itu subhana rabbi al-`ala wa bihamdihi, menunduk, tidak seorangpun dapat memahami apa yang kau lakukan. Aku sedang melakukan peregangan. Aku sedang meditasi. Setidaknya kau melakukan kewajibanmu.
Sang Nabi (saw) saat pergi dari Mekkah ke Madinah pulang atau pergi, kadang-kadang beliau shalat sembari menunggang unta. Sebagian besar shalat sunnah, untuk shalat wajib beliau turun dari punggung unta. Artinya ada sebuah kesempatan untuk shalat bahkan saat kau sedang menyetir atau duduk atau sedang dipesawat terbang. Dan dimalam hari kau mengulanginya untuk memastikan kau tidak meninggalkannya. Atau apa gunanya seorang mursyid? Sang mursyid dari tingkat ini harus memberitahumu apa yang salah dan apa yang benar.
Lalu jika kau pergi ke mursyid tingkat 2 dan 3, irsyad semakin tingggi. Banyak hal berubah dan pengetahuan lebih mendalam sehingga nalarmu sudah tidak bisa menerimanya lagi. Jadi, kami akan pelan-pelan menjelaskannya.
Jadi, itulah tingkat pertama irsyad yang harus membimbing kita apa yang salah dan apa yang benar.
Dan kemudian dia harus memberimu tiap detil dari bermacam-macam pertolongan -khayraat- yang berbeda. Dia harus membukakan kepadamu
abwaab al-khayraat. Jadi, melalui do'anya saat kau duduk dalam pertemuannya
atau membaca Fatiha atau membaca do'a, dia memohon kepada syaikhnya, mursyid sendiri memohon dari sang Nabi (saw) dan sang Nabi (saw) memohon kepada Allah swt untuk membukakan kepadamu semua pintu khayr. Semua pintu pertolongan, karunia, agar pintu-pintu ini tidak ditutup dan kau merasakan angin sepoi-sepoi dari pintu-pintu ini agar kau merasa berada dalam ketentraman dan kedamaian. Itulah salah satu pengaruh rahasia utamanya atau apa yang harus dia lakukan agar membawa para pengikutnya maju dalam cara yang sangat sulit, penuh dengan rintangan dalam hidup sebagai seorang manusia.
Kemudia dia harus memastikan bahwa apapun yang kau lakukan kaba'ir dan sagha'ir -dosa-dosa besar dan kecil- dia harus memastikan kau bertaubat dari dosa-dosa tersebut setiap hari dan jika kau tidak bertaubat, dia akan bertaubat atas namamu. Dan saat dia bertaubat atas namamu, dia hadir di hadapan sang Nabi (saw), dan dia bertaubat untukmu dan kemudian sang Nabi (saw) akan bertaubat untukmu. Itulah rahasia dari ayat:
وَمَاأَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلاَّ لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللّهِ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذظَّلَمُواْ أَنفُسَهُمْ جَآؤُوكَ فَاسْتَغْفَرُواْ اللّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُالرَّسُولُ لَوَجَدُواْ اللّهَ تَوَّابًا رَّحِيمًا
Wa maa arsalnaa min rasuulin illaa liyutha'a bi idzni Allahi wa lau annahum izh zhalamuu anfusahum jaa-uuka fas taghfarullaaha was taghfara lahumur rasuulu la wajaduu Allaha tawwaabar rahiimaa
Dan kami tidak mengutus seseorang rasul, melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. [An-Nisaa' (4:64)]
Ketika sang wali melihat pengikutnya menindas diri mereka sendiri, apa yang akan dilakukan oleh mursyid tingkat pertama? Dia akan mengambil untuk dipikul olehnya seperti jika dialah satu-satunya pendosa, seakan dia tidak bisa membimbing muridnya dengan benar dan dia akan melakukan seperti yang Allah swt perintahkan dalam ayat diatas, dia akan datang ke hadirat sang Nabi (saw) dan datang kepadamu,Ya Muhammad. Jadi, inilah jenis mursyid yang selama 24 jam harus datang ke hadirat sang Nabi (saw), dan mereka harus mempertimbangkan diri mereka sebagai pendosa. Seperti seorang jenderal dalam militer, dia harus bertanggung jawab atas para tentara bawahannya. Dan itulah mengapa dia disalahkan atas kesalahan-kesalahan.
Jadi itulah mengapa Grandsyaikh berkali-hkali berkata, "Jangan membuatku malu dihadirat sang Nabi (saw). Jangan permalukan aku di hadirat sang Nabi (saw)." Jadi apa yang mereka lakukan? Mereka datang penuh dengan kesalahan-kesalahan pengikutnya dan mereka mohon ampun kepada Allah swt dan bertaubat karena dosa-dosa ini sudah ada dibahu mereka dan mereka menyucikan murid-muridnya dan mereka tidak berkata muridmu melakukan perbuatan dosan namun berkata kami melakukan dosa, kami tidak mampu melatih dan mengendalikan murid-murid kami.
Jadi, awliya yang bersyukur ini semuanya pergi ke hadirat sang Nabi (saw) tiap malam bertaubat atas nama semua orang dan kemudian giliran sang Nabi (saw) bertaubat dan lalu Allah swt akan menerima taubat mereka. Jadi itulah apa yang mursyid harus lakukan selama 24 jam untuk menaik dia ke tingkat kedua yang nanti akan kami bicarakan.
Jadi kami berkata, dia bertanggung jawab untuk semua tasbih dari makhluk kemudia dia juga harus mempunyai pengetahuan nama-nama yang Allah swt sudah ajarkan,
وَعَلَّمَآدَمَ الأَسْمَاء كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلاَئِكَةِ فَقَالَأَنبِئُونِي بِأَسْمَاء هَـؤُلاء إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
Wa 'allama aadamal asmaa-a kullahaa tsumma 'aradhahum 'alal malaa-ikati fa qaala ambi-uunii bi asma-i haa-ulaa-i in kuntum shaadiqiin
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!"[Al-Baqarah (2:31)]
Dia harus mewarisi rahasia itu dari Adam dengan ijin sang Nabi (saw) untuk membawa mereka kembali terutama mereka yang dia pertanggung jawabkan secara langsung untuk membimbing mereka meskipun mereka tidak melihat dan merasakannya. Dia membimbing mereka melalui ruhnya dan membawa mereka maju ke depan seperti pelari dibagian depan. Itulah kenapa pada Hari Pembalasan mereka akan berkata, "Oh kami tidak melakukan itu."
Itu datang dari sang mursyid. Itulah kenapa kita adalah pelari dibagian depan meski kita adalah pelari dibagian belakang. Kemudian kau lihat amalmu menjadi begitu banyak karena kau ada di barisan pertama orang-orang yang masuk Surga. Namanya adalah mursyid dalam bersyukur atas rahmat dan semua yang Allah swt berikan kepadanya melalui sang Nabi (saw), dia kenakan kepadamu.
Lalu dia harus mempunyai sebuah pengetahuan malaikat, yaitu muwakilliin, para penjaga, yang bertanggung jawab atau mereka satu-satunya yang telah diberikan perlindungan dari Allah swt, pengurus untuk hamba-Nya karena kita tahu bahwa ada para malaikat yang bertanggung jawab bagi semua orang. Allah swt sudah menugaskan mereka. Untuk satu gigitan dikatakan kalau pastilah ada 300 malaikat, saat meletakkan makanan dimulutmu Allah swt menugaskan 300 malaikat untuk mengambil dari mulutmu dan diletakkan dalam perut untuk dicerna, semua vitamin dan mineral diambil tubuh oleh malaikat. Jadi 100 gigitan, 300 malaikat bagi tiap gigitan untuk menyebarkan makanan ke tubuhmu.
Sang mursyid harus tahu dan menghitung malaikat yang kau miliki dan mereka bisa saja sangat banyak sekarang ini dan sangat banyak di esok hari. Dan mursyid harus tahu nama-nama malaikat itu dan harus tahu juga giliran kerja mereka, siapa di giliran siang dan siapa di malam hari.
Dan terutama saat waqt al imsak yaitu waktu sebelum Fajr kira-kira setengah jam. Semoga Allah swt merahmati kita dengan jenis mursyid-mursyid ini dan menjaga mereka selalu bersama kita.
Mursyid itu, jenis irsyad, kau tahu tali pusar pada anak kecil untuk mengalirkan makanan. Ada sebuah tali pusar spiritual yang diambil dari sang Nabi (saw) ke jenis pembimbing ini, mereka selalu 'ala tawaasal terhubung ke sang Nabi (saw) mengambil apapun yang mereka butuhkan untuk semua orang yang ditanggung jawabkan atasnya. Dan itulah kenapa mereka harus mempunyai kekuatan dari sang Nabi (saw) agar menarik tingkatan para muridnya ke tingkat dimana mereka berada. Mereka tidak terima kalau murid mereka berada ditingkat yang lebih rendah dibandingkan dirinya, mereka harus berbagi tingkat dengan muridnya. Dimanapun mereka berada, mereka ingin pengikutnya ada disana. Jenis irsyad ini mempunyai ijin untuk memberikan para muridnya dzikirullah Allah 5.000 kali sehari dan melakukan shalawat 1.000 kali. Jika kau melakukan "Allah, Allah" kau akan terhubung. Lebih rendah dari itu kau masih terhubung namun ada tanda tanya. Yang terendah adalah 5.000 Allah dan 500 shalawat hingga 24.000 Allah dan 5.000 shalawat kepada sang Nabi (saw). Itu yang harus dilakukan.
Dan dia berkata, "Awliya pada tingkat pertama ini mempunyai 17 maqam, aku tidak bisa menyebutkannya karena aku takut bila menyebutkannya mereka yang lemah akan datang menentang dan menyangkalnya. Jadi, aku tidak sebutkan."
Kami akan menyebutkannya di satu waktu.
Inilah satu ringkasan dari tingkat pertama tabarruk. Insya-Allah kami akan menjelaskan tahapan selanjutnya, tahap penyucian.
Sumber :
milis muhibbun_naqsybandi@yahoogroups.com
posted by Sri Rahayu Handayani