Senin, 01 Juni 2009

Mengajar pada Satu Kelas Mengenai Dasar-Dasar Islam

Mengajar pada Satu Kelas Mengenai Dasar-Dasar Islam
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani qs
Sabtu Tanggal 23 Februari 2008
Masjid al-Iman, Oakland, California


[Syaikh Hisyam berbicara kepada para murid dari sebuah kelas Islam yang diajarkan oleh Profesor David dari Universitas Santa Clara. Para murid berkumpul di Masjid al-Iman di Oakland pada hari sabtu sebagai bagian dari praktikum kelas dan menghadiri zikir sesudahnya.]


Syaikh Mahboob telah menyebutkan kalau kaum wanita dapat duduk dekat pintu, sehingga mereka dapat cepat keluar dari pintu tersebut. Mereka dapat cepat menuju ke tempat makanan. [Semua orang tertawa]. Kaum wanita bisa duduk dimanapun mereka mau. Manusia adalah satu keluarga.

Nawaytu al-arba`iin, nawatu al-`itikaf, nawatu al-khalwah, nawatu ar-riyadhah, nawaytus-suluuk, nawaytul-`uzlah lillahi ta`ala al-`adziim fii haadza'l-masjid.

Terima kasih Profesor David, dan Tuhan merahmati anda dan para muridnya. Merupakan sebuah kehormatan berada disini. Anda tiba ke sini setelah lama mengendarai mobil dan aku dengan penerbangan yang lama. Aku datang dari Arizona sejak minggu lalu. Aku pikir waktunya sama. Anda datang dari Santa Clara dan aku datang dari Arizona namun kita punya satu tujuan. Satu tujuan kita adalah bertemu. Yang terpenting bukanlah cara kita datang namun niat. Jalan menuju Allah, dikatakan, dalam Islam tidak terbatas seperti jumlah nafas.

Jadi dikatakan dalam tiap nafas, baik menghirup atau menghembuskannya ada suatu cara untuk menemukan diri kita. Islam, Kristiani, Yahudi, lainnya, semua agama, datang untuk mengatakan satu hal: tidak lebih. Kau bisa pergi ke universitasmu dan mencari di perpustakaan dalam area keagamaan dan kau akan menemukan ribuan dan ribuan buku dan apakah yang dikatakan oleh semua buku itu? Ada satu pencipta, ada Tuhan. Jadi, tujuan kita adalah Tuhan, Allah (swt).

Sejak dari awal manusia mencari. Laki-laki dan perempuan pertama dimuka bumi mencari Tuhan mereka untuk dipuja. Bahkan batu kerikil, bahkan setan. Setan juga percaya kepada Tuhan karena dia sebelumnya ada disurga bukan, bahkan dalam Injil disebutkan, bahkan dalam Taurat juga disebutkan, Setan karena dosanya maka dikirim ke bumi. Namun dia sebelumnya di surga. Jadi itu artinya dia percaya kepada Tuhan tapi dia telah melakukan satu perbuatan dosa sehingga Tuhan mengirimnya ke bumi.

Satu wali besar dalam Islam, satu hari datang ke hatinya satu inspirasi tertentu atau informasi tertentu, karena banyak dari kita, sebagian besar dari kita saat menduduki diri sendiri kita mempunyai inspirasi-inspirasi yang datang tanpa sengaja ke hati. Apakah setan mempunyai… karena dalam Kitab Suci Qur'an dikatakan bahwa Allah swt berfirman, "Rahmat-Ku melingkupi segala sesuatunya" dan dari perkataan sang Nabi (saw) bahwa Allah swt berfirman, "Rahmat-Ku melebihi amarah-Ku."

Jadi, itu artinya rahmat Allah lebih kuat daripada amarah, lebih kuat dari apapun. Jadi itu datang ke hatinya karena rahmat Tuhan meliputi segalanya, apakah rahmat itu juga meliputi setan atau tidak. Itulah sebuah teka-teki untuknya dan sampai sekarang masih masih sebuah teka-teki. Jadi, aku ingin mengatakan bahwa dalam semua agama, tujuan, harapan dan target kita adalah bagaimana menemukan tempat kita dalam hadirat Tuhan. Para murid anda datang untuk mendengarkan dan menemukan Tuhan disini atau dalam sebuah gereja atau dalam sebuah gereja kaum Yahudi (sinagog) atau dalam sebuah kuil. Yang penting menemukan dimana Tuhan-mu. Jika kau menemukan-Nya dalam Islam, jika kau menemukannya dalam Kristiani' jika kau menemukannya dalam Yahudi; itu bagus. Yang paling penting adalah meletakkan kakimu pada tempat yang tepat.

Islam, jika kita akan bicara tentang Islam, ini sangat sederhana. Tidak terlalu rumit. Ini sesuatu yang memintamu untuk menyeimbangkan pikiranmu dalam segalanya. Apapun yang kau lakukan baik. Apapun yang menurutmu tidak baik, tinggalkan. Ini tidak terlalu rumit. Orang mungkin datang kepadamu dan berkata sesuatu dan orang lain mungkin berkata sesuatu yang lain. Namun ini sangat sederhana - apa yang kau lihat baik, lakukanlah dan apa yang kau lihat tidak baik, jangan dilakukan.

Itulah apa yang dilakukan oleh sang Nabi (saw) ketika beliau datang dengan pesan Islam, beliau mengatakan kepada orang-orangnya satu hal: Percaya kepada Tuhan. Adakah hal lainnya? Jadi, itulah mengapa beliau mengatakan, "Barang siapa mengucapkan 'la ilaha ill-Allah' akan masuk surga." Tiada ilah, tiada dewa; tiada Tuhan selain Tuhan kita dan Pencipta kita - itulah Islam. Barang siapa mengatakan itu, masuk surga. Apakah kau mengatakan itu? Tentu saja kalian semua mengatakan hal itu. Lalu sisanya begitu sederhana. Sisanya adalah kau shalat atau tidak. Itu tidak berarti kau bukan seorang Muslim. Ketika kau mengucap la ilaha illa-Allah, artinya pemeluk Kristiani jika kau percaya Kristiani; jika percaya kepada Yahudi, kau seorang Yahudi. Jadi, apa yang kau percayai kau ikuti.

Kau tidak boleh datang kepada seseorang dan mendiktenya pada semua ajaran Islami [dalam satu kesempatan], Islam datang selama 23 tahun. Tidak seorangpun dapat mengambilnya. Kau juga tidak boleh melakukannya terhadap pemeluk Kristiani. Kau tidak bisa mengimplementasikan semua ajaran Kristiani kepada semua orang sekalipun, ini sangat buruk. Sama halnya dengan Yahudi. Dan apa yang penting adalah spiritualitas beragama. Itulah apa yang umum antara kita.

Ketika sang Nabi (saw) tiba, beliau mengajarkan bahwa dalam Islam ada 17 buah akhlak buruk. Dan dalam semua agama ada 17 buah akhlak buruk. Dan agama datang untuk memurnikan kita dari 17 buah akhlak buruk ini. Ke-17 akhlak ini adalah pohon malapetaka. Pohon yang semua dahan buruknya tumbuh. Jika kau potong semua batangnya, akhlak buruk akan jatuh. Dan aku meletakkan sebuah buku pada bahasan tersebut, yang judulnya, kami memberinya judul "Self-realization it is a Sufi science". Ada didalamnya dan aku telah menjelaskan tentang 17 buah akhlak buruk yang dapat kau temukan dalam agama mana pun yang kau pelajari.

Namun dari perspektif seorang Muslim, aku ingin menyebutkan mungkin saja banyak orang tidak memperhitungkan akhlak ini karena banyak orang tidak menyadari kehadirannya. Akhlak-akhlak ini ada dan ada baiknya mengenal itu. Pertama-tama -yang paling mematikan- adalah amarah. Karena saat seseorang marah, dia seperti sedang mabuk. Dia tidak akan menerima apapun. Ketika seseorang marah kepada semua orang, dia sedang mabuk. Bisa saja dia membunuh seseorang dan tidak tahu apa yang dilakukannya. Itulah alasan utama manusia saling bunuh.

Jadi amarah adalah akhlak buruk utama pada pohon itu. Perhatikan ketika kita mendapat serangan teroris di Amerika, apakah alasannya? Orang-orang ini marah. Mungkin mereka marah kepada diri sendiri. Jadi mereka ingin menumpahkan kemarahan tersebut disini. Jadi, saat seseorang marah mereka mungkin saja melakukan tindakan terorisme. Jadi, apa yang harus kita lakukan dengan generasi muda? Kita harus mengajari mereka untuk bertoleransi dan bersabar.

Sang Nabi (saw) pernah berkata kepada khalifah pertama beliau Abu Bakar, "Amarah ialah seperti ketidak yakinan." Ini seperti jika kau menyangkal keberadaan Tuhan. Ketika kau mulai marah, bahkan kau tidak menerima Tuhan. Kau hanya menerima apa yang ego katakan kepadamu seperti orang-orang yang mabuk. Jadi, itulah masalah utama saat ini antara kaum Muslim dan antara kaum lainnya.

Jadi, jika kita lanjutkan ke hal kedua yaitu kecintaan terhadap dunia ini. Mencintai kehidupan ini dan melupakan segala sesuatu tentang aspek spiritual hidupmu dan hanya mencintai kehidupan materialistic dan tidak memberikan waktu kepada anak dan keluargamu, hanya kepercayaan dan waktumu diambil untuk dapat memperoleh gaya hidup yang sangat menyenangkan. Kau akan lupa kaum miskin dan lupa untuk bermurah hati atau dermawan dan lupa menjadi orang yang penyayang. Seluruh pikiranmu mengejar kehidupan ini; berapa banyak yang dapat aku hasilkan dan yang dapat aku miliki.

Jadi, mungkin saja kau menipu orang lain, saudara dan saudarimu; kau ingin semua yang ada dalam dunya ini dan tidak ingin berbagi apa-apa dengan siapapun. Bahkan dalam keluarga yang sama. Bahkan bapak menentang anak-anaknya dan ibu menentang suaminya dan… itulah kenapa kau melihat banyak keluarga terpecah belah dan hubungan-hubungan yang berantakan.

Kadang-kadang aku pergi ke bandar udara dan air mata menetes. Aku benar-benar menangis. Ada anak muda belia dengan para pengasuhnya. Benar-benar kali ini aku menangis. Disana ada seorang ibu dipintu gerbang dengan satu anak laki-laki dan satu anak perempuan. Usia anak laki-laki sekitar 2 atau 2,5 tahun, dan anak perempuan 5 atau 6 tahun. Dan dia berada dipintu bersama anak-anaknya dan mereka menangis ditangannya dan pengasuhpun mengambil anak-anak ini yang akan melihat ayah mereka di Washington. Dan anak-anak tidak ingin meninggalkan sang ibu dan mereka menangis dipintu pesawat terbang dan mereka didorong ke dalam pesawat karena harus bertemu dengan sang ayah.

Ketika kau melihat situasi ini, kau bertanya, "Mengapa aku hidup dalam gaya seperti ini? Apa yang salah?" Ada sesuatu yang salah antara manusia saat ini. Tidak ada lagi cinta dan tidak ada lagi kedisplinan. Cinta hanya untuk sex. Maaf sudah mengatakan hal itu. [Kini] Cinta dibangun di atas sex. Kau punya remaja putri dan putra, mereka pergi kencan bersama; tidak lagi berdasarkan cinta untuk membangun sebuah keluarga.

Itulah masalah yang disebabkan oleh cinta pada dunia yang menjatuhkannya dalam kehancuran ini. Kau perhatikan setelah 2 atau 3 tahun mereka akan pergi ke jalannya masing-masing. Jadi, Islam datang untuk membangun disiplin untuk hal-hal semacam ini karena jika kita mempunyai tubuh maka mempunya jiwa. Dan jiwa harus diberi makan seperti tubuh yang diberi makan. Itulah mengapa kita shalat di masjid dan sinagog dan gereja.

Dan yang ketiga adalah kedengkian dan aku tidak ingin menjelaskan kesemuanya. Kau memperoleh kedengkian dari orang lain. Kau mulai membenci dan menentang mereka, kau tidak ingin mereka sukses, kau hanya ingin dirimu sendiri yang memperoleh kesuksesan, kau hanya ingin kebaikan bagi dirimu sendiri.

Keempat adalah kecemburuan. Kau menjadi cemburu terhadap semua orang dan terhadap segala sesuatu. Bahkan kadang-kadang orang mulai cemburu kepada istri mereka sendiri. Mengapa anak-anak lebih mencintainya daripada aku? Atau mungkin di istri mempunyai pekerjaan yang lebih baik dariku. Atau wanita cemburu terhadap suami. Dan itu sebuah masalah besar. Dan itulah masalah dalam semua agama dan begitu juga dalam Islam.

Kelima kau mempunyai ujb, sombong. Kau merasa bangga akan dirimu sendiri. Kau pikir dirimu lebih baik dari semua orang. Tidak, Allah swt berfirman dalam Qur'an "wa fawqa kulli dhi `ilmin `aleem - Diatas yang berilmu ada yang berilmu." Diatas tiap profesor ada profesor lain dan diatas orang itu ada profesor lain lagi, dalam pendidikan selalu itu berhenti. Pasti ada seseorang yang berada diatasnya yang lebil berpendidikan. Jadi, tidak pernah selesai.

Keenam adalah kikir, al-bukhl. Allah swt memberimu, beri. Bukalah tanganmu. Semua ini adalah akhlak buruk yang kita miliki. Jika semua orang akan berpikir tentang diri mereka sendiri, apakah kita akan memiliki semua akhlak buruk ini atau tidak? [ya] Kita memilikinya. Tidak seorangpun dapat berkata, "Aku tidak punya akhlak buruk." Semua orang punya. Kau kikir terhadap semuanya, bahkan dengan senyum. Apakah yang dikatakan sang Nabi (saw)? "Idkhaal as-suroor ila qalb al-mu'min min al-iman. Untuk menyenangkan orang lain dan tersenuyum kepadanya adalah sebagian dari iman."

Jika aku membuatnya tersenyum ini sebagian dari iman. Karena jika dia tersenyum dan aku kembali tersenyum lalu kita menciptakan sebuah hubungan seperti saudara dan saudari. Tersenyumlah, perhatikan bagaimana hal ini begitu efektif. Sang Nabi (saw) pernah bersabda, "Senyum seperti amal." Hal tersebut akan dipertimbangkan sebagai sebuah sedekah, sebuah derma. Perhatikan hari ini, kami mengucap, "nadhra fabtisaman fa hub fa zawaaj."

Dan ini bukan Islami namun sebuah puisi atau gurauan, pertama seorang anak laki-laki dan perempuan, pertama nadhra, pandangan sekilas, si perempuan melihat dan laki-laki juga dan mereka mengucapkan sesuatu untuk menarik perhatian. Dari pandangan pertama seperti sebuah magnet. Apakah yang terjadi jika magnet didekatkan? Mereka saling tersenyum. Lalu ibtisaman. Lalu berkencan. Kemudian timbul cinta; lalu menikah. Senyum itu menjadikan orang lain menyukaimu.

Kemudian yang ketujuh adalah ketamakan. Suatu kali aku berada disebuah negara Muslim dan bertemu dengan perdana menterinya. Dan dia menjelaskan kepadaku bahwa ada sebuah negara yang mempunyai banyak uang dan diinvestasikan dalam banyak rekening di bank-bank di negara barat. Dan mereka sangat keras kalau mereka tidak ingin menerima bunga dari rekeningnya. Jadi, dia mengadakan rapat bangsa-bangsa, OIC dan dia berkata kepada mereka, "Mengapa kau tidak menginvestasikan uang itu di bank-bank kami dan kami memberimu jaminan pengembaliannya dan kau akan menaruh bunganya yang pergi ke negara-negara Afrika?"

Mereka menjawab, "Tidak, kami tidak mau mengambil bunganya." Sebanyak 300 juta dolar hilang tiap tahunnya karena inilah cara berpikir mereka tentang Islam. Jadi, perdana menteri itu sangat marah, pada waktu itu dia adalah pemimpin OIC, dia begitu kesal, dia berteriak dan memekik. Setidaknya jika mereka dermawan, mereka akan berkata, "Ambillah." Namun tidak. Mereka tidak mengambil bunganya namun mereka membiarkan orang lain mengambil manfaat dari bunga tersebut. Kita ubah bahasannya sekarang. Mari kita diskusikan masalah-masalah manusia. Ekonomi dan politik mendatangkan malapetaka.

Manusia benar-benar sengsara. Yang kedelapan adalah jubn, menjadi seorang pengecut. Ketika kau mengambil sebuah keputusan, ambillah keputusan itu. Ketika ada sesuatu yang benar jangan tetap diam. Sang Nabi (saw) berkata, "Siapa yang melihat sesuatu yang salah, berusahalah mengubahnya dengan tangan pertama dengan menulis, dan jika kau tak mampu, lalu dengan lisanmu, dengan lidah, lalu dengan katak-kata, dan akhirnya jika kau tak mampu, lakukan dengan hati" dan itulah arti dengan berdo'a kepada Allah swt untuk mengubah situasi.

Kesembilan adalah kebiasaan malas, jangan malas melakukan apapun. Islam datang untuk mengakarimu agar tidak menjadi malas. Musuh datang untuk memerangi sang Nabi (saw) dan orang-orang datang menghadap seraya bertanya, "Apakah kami menanami kebun kami?" Beliau menjawab, "Tanamilah kebun-kebun kalian."Jang berhenti karena kau berharap berperang esok hari. Islam merekomendasikan orang untuk bekerja, jangan malas.

Kini, kau lihat begitu banyak orang malas dan mabuk dijalanan, tidak bekerja.

Kesepuluh adalah sombong. Orang memandang diri mereka terlalu tinggi; kau tidak bisa berbicara dengan mereka.

Kesebelas adalah suka pamer (riya').

Kedua belas adalah mengikat diri dalam mencintai dunia.

Ketiga belas adalah mengagungkan diri sendiri.

Keempat belas adalah ketidak pedulian dan kemalasan.

Kelima belas adalah kecemasan.

Keenam belas adalah perasaan tertekan (depresi).

Ketujuh belas adalah sisa dari akhlak buruk yang berjumlah lebih dari 750 buah.

Jadi profesor, aku ingin mengatakan kepada para murid dan diriku sendiri karena aku seorang murid, "Jangan berpikir aku lebih tahu dari kalian. Kalian lebih tahu daripada aku. Aku berusaha belajar dan mempelajari dan agama adalah sesuatu yang ada diatas kita." Dan waktu yang bergerak dan berlalu dalam tiap kesempatan, perhatikan jarum jam yang panjang, ia bergerak. Jarum kedua bergerak 1 setelah 1 setelah 1. Kau kehilangan hidupmu, seperti jam yang berdetik, kehidupanmu makin berkurang. Saat jarum jam pendek bergerak, hidupmu berkurang.

Jangan berpikir hidupmu akan lebih lama. Tidak, hidupmu semakin berkurang dan berkurang dan berkurang. Jika tidak menyiapkan untuk hari itu, karena kita semua orang beragama, semua orang yang mempunyai kepercayaan beragama, mereka harus tahu bahwa pada hari itu akan dipanggil kembali. Jadi apa yang harus kita lakukan? Kita harus menyiapkan hari itu. Bagaimana menyiapkan hari itu? Menjadi orang baik dalam komunitas. Menyingsingkan tangan kepada semua orang untuk membangun jembatan-jembatan bersama-sama. Aku berharap kita akan mampu memberikan sebuah pesan cinta; yaitu kami mencintai kalian. Dan kalian juga mencintai kami. Kalian datang ke sini dan kami datang kepada kalian untuk membangun sebuah komunitas yang lebih baik. Inilah pesan tersebut yang sebaiknya dibawa oleh tiap kaum Muslim dan tiap orang beragama dari agama-agama lainnya untuk membangun bersama jembatan-jembatan.

Aku akan menceritakan sebuah cerita hari ini. Seseorang meletakkan sesuatu ditanganku dan aku melihatnya dan itu begitu bagus. Aku bertanya-tanya mengapa dia memberikannya kepadaku. Kemudian aku berpikir mungkin ini punya arti untuk nanti malam. Aku tidak memberitahunya bahwa nanti malam ada pertemuan dengan sebuah sekolah. Aku menyadari kalau ada pertanda yang dikirim dari waktu ke waktu. Ada sebuah kekuatan super yang menolong kita. Ada banyak kekuatan super yang datang kepada kita semua. Jangan berpikir kita ditinggalkan sendiri, ada begitu banyak energi datang dari kosmos yang menghujani kita dengan perasaan indah kerukunan dan kekeluargaan.

Aku berkata, "Tuhan maha besar - Dia memperlihatkan sebuah pertanda kepadaku."

Kemudian sebelum kami datang ke sini laki-laki yang sama memberikan sesuatu ditanganku dan aku berkata, "Ini konfirmasi apa yang telah dia berikan kepadaku."

Lalu aku berkata, "Aku sudah dirahmati malam ini dengan bersama orang-orang ini. "

Aku menyimpannya dalam sakuku, merasa begitu senang. Itu sesuatu yang luar biasa seseorang memberiku sesuatu. Diwaktu lain seorang yang lain memberiku sesuatu. Itu sesuatu yang menjadikan kami merasa tidak sendirian. Beri itu kepada sang profesor untuk memberitahu kita tidak sendiri - ada sesuatu diluar kita.

Dan dia memberiku ini. Apa yang ada didalamnya? Dan benda ini datang dari Roma, ini dari Vatikan. Kau dapat mengedarkannya - ini Maria Perawan Suci. Edarkan benda itu sepertinya ini memperlihatkan kalau kita tidak sendirian. Perlihatkan kepada semua murid. Orang itu memberiku benda itu tanpa tahu apapun tentang pertemuan ini.

Kita percaya itu dan kita percaya Musa datang kepada bangsa Israel untuk membawa mereka ke tanah yang dijanjikan. Dan jika kalian punya pertanyaan, dipersilahkan.


T: Bagaimana caranya seseorang menjadi Sufi.

J: Sangat mudah. Ucapkan, "Aku seorang Sufi, aku seorang Sufi, aku seorang Sufi." Aku sudah menjelaskannya minggu lalu, ketika malaikat Jibril datang kepada sang Nabi (saw) dan bertanya, "Apakah agama itu?" Dan beliau menjawab, "Ada 5 rukum yang menjadi dasarnya, menerima Tuhan sebagai sang Pencipta dan menerima rasul dan sang Nabi (saw) Muhammad sebagai seorang rasul. Melaksanakan shalat 5 waktu, berpuasa di bulan Ramadhan dan membayar zakat serta melakukan ibadah Haji." Kemudian dia diam dan bertanya, "Apakah 6 rukun imam?"

Kemudian dia berkata, "Kau harus percaya kepada Tuhan dan Kitab-kitab-Nya dan para Malaikat-Nya dan para Nabi-Nya, (secara jamak), dan dalam Injil, Kitab Zabur dan Taurat," dan kemudian dia bertanya tentang maqam ihsan. Dan itulah penyucian/pembersihan diri. Menyembah Tuhan seakan kau melihat-Nya dan jika tidak ketahuilah bahwa Dia melihatmu.

Saat kau mulai meraih tingkat ketiga dimana kau mulai mengalami pengalaman dalam Sufisme. Pada zaman sang Nabi (saw), beliau biasa mengajari para Sahabat bagaimana menyucikan nafs mereka. Dikemudian hari istilah tasawwuf diberikan untuk proses penyucian diri. Setelah 125 tahun istilah itu dikenal sebagai ilmu penyucian/pembersihan diri. Dan Sufisme/tasawwuf. Itulah bagaimana itu diciptakan dan muncul.

T: Yang aku pahami dalam Sufisme adalah kebutuhan seorang pembimbing spiritual. Kapan anda mengetahui bahwa anda seorang pembimbing spiritual untuk suatu komunitas?

J: Haruskah aku memberitahu akan hal itu? Haruskah?

Profesor David: Hanya jika anda mau.

J: Saya… tuanku adalah pembimbingku. Dan dia pembimbing bagi semua orang. Bukan dalam komunitas yang anda lihat ini. Ini sebuah … komunitas yang lebih besar dari ini - hampir ditiap negara di seluruh dunia kami mempunyai pusat-pusat di kota-kota berbeda dan kami… kami tidak bisa menghitungnya dan kami tidak mempunyai gambaran pasti mengenai komunitas kami dan kami termasuk dalam thariqah sufi Naqsybandi Sufi dan thariqah-thariqah Sufi ini berjumlah jutaan diseluruh dunia, di Indonesia sekita 100 juta.

Jadi, komunitas adalah apa yang kau lihat disini sebagai contoh dari komunitas yang lebih besar. Jadi, aku mewakili tuanku -dialah sang pembimbing. Aku bukanlah pembimbing. Aku hanya berharap menjadi seorang hamba tulus kepada Tuhan dan menjadi hamba yang tulus di pintu sang Nabi (saw) dan hamba yang tulus di pintu tuanku.

Dijadikan perwakilan atau bicara atas nama sang tuan, sang pembimbing, membutuhkan banyak workshop dan mengucilkan diri (khalwat) dan pengalaman-pengalaman yang harus kau alami dalam hidupmu. Aku berharap dapat meraih satu hari untuk menyenangkan apa yang tuanku dan Syaikhku inginkan dariku. Dan aku berharap bahwa satu hari sang Nabi (saw) akan ridho dengan apa yang kami lakukan.

Jadi menjadi seorang pembimbing dalam tradisi Sugi ini tidaklah mudah dan tidak sesederhana itu. Artinya kau harus mendedikasikan hidupmu sepenuhnya untuk tujuan tersebut. Itulah mengapa aku mempunyai gelar Sarjana Muda Kimia dari Universitas Beirut dan kemudian aku belajar kedokteran dan lalu aku menjatuhkan segala sesuatunya dan aku pergi ke thariqah ini dan melewati begitu banyak latihan beraneka macam yang mengijinkan aku untuk mewakili tuanku ke seluruh dunia. Inilah bagaimana ini terjadi.

T: Aku ingin tahu jika anda bisa menjelaskan sedikit tentang fana dan bagaimana bisa tahu saat anda telah meraih titik tersebut dan seperti apa pengalaman fana itu?

J: fana dalam bahasa Arab, apa artinya dalam bahasa Inggris? Kau tahu bahasa Arab-nya jadi kau harus tahu dalam bahasa Inggris.

T: Penyatuan dengan Tuhan.

J: fana adalah penihilan dalam Hadirat Ilahiah. Artinya tidak ada eksistensi (keberadaan) dirimu sendiri dihadapan Tuhan-mu. Artinya kau telah menihilkan dirimu sepenuhnya dan kau seperti orang yang telah mati, bukan, bukan sesuatu yang pikiranmu menyuruhmu lakukan. Kau menjatuhkan semuanya dan meraih tingkat kepasrahan. Itulah arti fana. Jadi, akan diberikan kepadamu sebuah contoh melalui cerita dan kau akan paham.

Salah satu wali besar dalam tradisi Islami dan beliau salah seorang wali besar, hidup sekitar tahun 900 M. Namanya Bayazid al-Bistami dan sangat termasyur. Beliau shalat hingga mampu mendengar suara-suara ditelinganya, tidak melalui hatinya seperti banyak dari kita alami, kadang kala kita mendapat inspirasi atau ilham dari hati namun kita tidak bisa mendengarnya. Namun ini seperti seseorang bicara kepadanya, beliau mendengar suara-suara malaikat dari Ilahiah.

Jadi, dalam pengalaman dan cara beliau mendekati dan menyembah dan melakukan semua yang beliau bisa lakukan dalam hidupnya untuk meraih tingkat tersebut, beliau bertanya kepada Tuhan, "Ya Tuhan, bukakan bagiku pintu-Mu agar aku dapat memasuki Hadirat Ilahiah!" dan kemudian beliau mendengar sebuah suara, "Wahai hamba-Ku" yang beliau dengar melalui sebuah kendaraan malaikat. Berkata, "Wahai hamba-Ku, pintu-Ku tidak bisa dibuka hingga kau menjadikan dirimu sendiri tempat pembuangan sampah; sebuah tempat pembuangan sampah bagi hamba-hamba-Ku. Kau tidak bisa datang kepada-Ku melalui ibadah-ibadahmu. Ketika kau beribadah, kau memperoleh manfaatnya dan itu bukan untuk manfaat-Ku. Kau ingin Aku, kau harus membantu para hamba-Ku. Artinya kau harus langsung melakukan semuanya kepada para hamba-Ku. Saat kau berpuasa dan berdo'a itu untuk dirimu sendiri. Kau harus menjadikan dirimu sendiri sebagai tempat pembuangan sampah bagi para hamba-Ku."

"Sebuah tempat pembuangan sampah? Dari apa?"

"Artinya pergi dan bawa semua kesulitan dan masalah para hamba-Ku dalam komunitasmu dengan itu Aku akan membukakan pintu-Ku kepadamu." [Telpon Syaikh berdering] Seseorang menelpon. Itu berarti sesuatu..

Jadi, untuk meraih maqam al-fana kau harus mengorbankan dirimu sendiri demi kepentingan yang lain. Seperti Sayyidina Umar, khalifah kedua sang Nabi (saw). Ketika khalifah pertama wafat, Abu Bakar memilih Umar sebagai penerusnya. Lalu dia pulang dan menangis.

Aku pernah bertanya kepada banyak orang Amerika, "Dimanakah Minnesota?" dan mereka tidak tahu. Kini, mereka tahu Iraq lebih baik dari negaranya sendiri. Di Iraq ada 2 buah sungai bernama ad-Dijla dan al-Frat. Jadi, ada dua orang mengambil wudhu di sungai. Dan salah satu dari mereka tergelincir dan tenggelam karena dia tidak tahu bagaimana caranya berenang. Orang satunya melihat dan tanpa sengaja lompat ke dalam sungai meskipun dia juga tidak bisa berenang. Jadi keduanya didalam sungai dan tenggelam. Jadi, orang pertama bertanya, "Mengapa kau lompat?" Dia menjawab, "O temanku saat kau jatuh, aku merasakan perasaan yang kau rasakan." Itulah mengapa dalam fana kau merasakan perasaan semua orang. Kemudian ada orang ketiga yang lompat untuk menyelamatkan keduanya.

Jadi, maqam al-fana adalah perasaan bersama semua orang disekelilingmu. Kau merasa bagaimana dia makan, minum dan bertingkah laku dan kau berusaha bekerja sama dengannya agar dapat menjadi orang yang lebih baik dalam komunitas. Jadi ini sangatlah sulit untuk meraih tingkat itu dan ada banyak wali yang tingkat itu dan Tuhan sudah membukakannya kepada mereka. Lalu setelah mereka meraih tingkat fana, mereka beranjak ke tingkat yang disebut baqa. Setelah masuk ke dalam penilihan, kau akan dikirim kembali untuk hidup bersama masyarakat dan untuk merefleksikan kembali maqam tersebut kepada orang-orang yang hidup dalam komunitasmu.

Ada pertanyaan lagi?

T: Aku bertanya-tanya jika anda bisa memberitahukan tentang orang-orang yang anda bawa bersama anda. Adalah tujuan tertentu? Dapatkah anda mengatakan sesuatu tentang hal itu?

J: Aku tidak membawa seorangpun untuk bersamaku. Mereka datang atas kemauan sendiri.

Tidak. Biasanya mereka datang atas kemauan sendiri karena mereka telah siap diinisiasi (bay'at) dalam thariqah Sufi dan kami mempunyai satu tuan dan ketika aku bepergian dari satu tempat ke tempat lain, kami mempunyai komunitas-komunitas besar dan mereka datang menghadiri pertemuan. Orang-orang yang kau lihat disini dari komunitas diwilayah ini. Aku tidak membawa seorang pun yang spesial. Aku bagian dari mereka dan mereka bagian dariku dan kami semua bagian dari satu tuan. Jadi, jika aku ke wilayah manapun, Chicago, New York, Washington, atau jika aku bepergian ke negara-negara seberang lautan dimana ada banyak orang yang berjumlah mungkin sekitar 20.000 orang. Pernah suatu kali datang 250.000 orang; mereka mempunyai sebuah stadium besar di Jakarta untuk mengakomodasi orang-orang ini.

Thariqah Sufi ini begitu mapan diseluruh dunia dan selalu mengutuk terorisme dan radikalisme dan kami membongkar terorisme dan Islamis diseluruh dunia, inilah tugas kami.

Pertanyaan terakhir.

T: Aku bertanya-tanya apa yang anda rasakan berbeda dari thariqah Naqsybandi dari thariqah Sufi lainnya? Apakah karakteristiknya?

J: Aku tidak merasa ada sesuatu yang berbeda. Kami katakan semua jalan membawamu ke kincir angin. Jadi semua jalan yang kau ambil membawamu ke tempat yang sama. Seperti dia mengatakan maqam al-fana, itulah penihilan dalam Hadirat Ilahian dan semua thariqah Sufi mempunyai cara sendiri [untuk meraihnya]. Dan ini tergantung pada satu thariqah Sufi dengan thariqah lainnya siapakah tuan utama yang dijadikan sebagai nama thariqah Sufi tersebut. Namun kesemuanya datang dari ajaran Islam dan ajaran sang Nabi (saw). Ada perbedaan minor dalam cara melantunkan Nama Tuhan. Kami percaya Tuhan mempunyai lebih dari 99 Nama dan dengan begitu cara berbeda dalam melantunkan nama-nama ini dan cara berbeda melantunkannya dari Kitab Suci al Qur'an: bagian mana yang kau baca pada hari Senin dan selasa, dll…mungkin saja berbeda antara thariqah Sufi ini dan thariqah Sufi itu.



Sumber :
milis muhibbun_naqsybandi@yahoogroups.com
posted by Sri Rahayu Handayani

Arsip Blog